Halo, teman-teman! Hari ini saya akan bercerita tentang petualangan seru saya saat city touring di Yogyakarta. Kota ini memang penuh dengan keindahan budaya, sejarah, dan kuliner yang menggugah selera. Rute perjalanan saya tidak terlalu panjang, tetapi penuh dengan pengalaman menarik. Jadi, mari kita mulai!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Persiapan dan Rencana Perjalanan

Sebelum memulai perjalanan, saya pastikan untuk melakukan persiapan yang matang. Saya memeriksa kendaraan saya, mengisi bahan bakar, dan memastikan semua peralatan penting seperti helm dan jaket sudah siap. Selalu penting untuk menjaga keselamatan saat bersepeda motor, terutama dalam perjalanan jarak jauh.

Rencana perjalanan saya dimulai dari Wates di Kulon Progo. Ini adalah tempat yang nyaman untuk memulai perjalanan karena lokasinya yang strategis dan cukup dekat dengan Yogyakarta. Dari sana, saya akan menuju tempat penimbunan BBM di Rewulu sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Yogyakarta.

Menuju Kota Yogyakarta

Perjalanan dimulai, dan saya merasa begitu bersemangat. Cuaca pada hari itu cukup cerah, dan kendaraan saya melaju lancar. Saya melintasi jalan-jalan kecil di Kulon Progo yang dikelilingi oleh sawah hijau yang indah. Ini adalah salah satu hal yang saya cintai tentang bersepeda motor, bisa merasakan udara segar dan menikmati pemandangan alam yang mempesona.

Setelah beberapa saat, saya tiba di tempat penimbunan BBM Rewulu. Ini adalah tempat yang penting untuk mengisi bahan bakar sebelum memasuki wilayah perkotaan. Saya mengisi tangki kendaraan saya dan beristirahat sejenak untuk mengambil napas.

[ Baca Juga: Stasiun Tugu Jogja Yogyakarta: Pintu Gerbang Menuju Keindahan Kota Gudeg ]

Sampai di Tugu Yogyakarta

Setelah persiapan selesai, saya melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Rencana awal saya adalah mengunjungi Tugu Yogyakarta, salah satu ikon kota ini. Tugu ini memiliki makna sejarah yang dalam dan menjadi simbol kebanggaan warga Yogyakarta.

Saat saya tiba di Tugu Yogyakarta, saya merasa begitu kagum dengan keindahannya. Tugu yang tinggi dan megah ini dihiasi dengan lapisan emas yang bersinar di bawah sinar matahari. Tugu ini juga dikelilingi oleh alun-alun yang luas, tempat orang-orang berkumpul dan bersantai.

Saya tidak bisa melewati Tugu Yogyakarta tanpa berfoto. Saya memarkir sepeda motor saya dan mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Rasanya seperti menjadi bagian dari sejarah dan budaya kota ini.

Menjelajahi Jalan Malioboro

Setelah puas mengagumi Tugu Yogyakarta, saya melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, yaitu Jalan Malioboro. Jalan ini adalah pusat perbelanjaan dan kehidupan malam di Yogyakarta. Saya sangat tertarik untuk menjelajahi tempat ini dan merasakan keramaian Malioboro.

Saat saya tiba di Jalan Malioboro, saya segera merasakan atmosfer yang berbeda. Jalan ini dipenuhi dengan berbagai pedagang kaki lima yang menjual berbagai barang, mulai dari pakaian hingga makanan khas Yogyakarta. Saya tidak bisa menahan diri untuk mencicipi makanan lezat seperti gudeg dan bakpia.

Selain itu, saya juga menjelajahi berbagai toko suvenir yang menjual kerajinan tangan khas Yogyakarta. Saya memutuskan untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk dibawa pulang dan sebagai kenang-kenangan dari perjalanan ini.

[ Baca Juga: 33+ Kuliner Yogyakarta Yang Enak Ini Bikin Saya Pengen Kesana Lagi! ]

Bermain di Alun Alun Utara Yogyakarta

Setelah puas berjalan-jalan di Malioboro, saya melanjutkan perjalanan ke Alun Alun Utara Yogyakarta. Alun-alun ini adalah tempat yang sangat populer di kalangan wisatawan dan warga lokal. Di tengah alun-alun terdapat dua pohon beringin yang besar dan legendaris. Konon, jika kamu dapat berjalan di antara kedua pohon tersebut dengan mata tertutup, maka keinginan kamu akan menjadi kenyataan.

Saya juga menikmati berkeliling alun-alun dengan bersepeda odong-odong yang disewakan di sana. Ini adalah pengalaman yang menyenangkan dan membuat saya merasa seperti anak kecil lagi. Saya melihat banyak orang berkumpul di alun-alun ini, bermain-main bersama keluarga atau teman-teman.

Menembus Kemacetan Kota Yogyakarta

Saat menjelajahi kota Yogyakarta, saya tidak bisa menghindari kemacetan lalu lintas yang terkenal. Kota ini memang cukup padat, terutama di jam-jam sibuk. Saya harus bersabar dan berjuang melalui kemacetan tersebut, tetapi ini adalah bagian dari petualangan.

Selama perjalanan melalui kemacetan, saya memiliki kesempatan untuk melihat lebih banyak bagian dari kota ini. Saya melewati berbagai bangunan bersejarah, pasar tradisional, dan melihat kehidupan sehari-hari warga Yogyakarta. Meskipun kadang-kadang melelahkan, tetapi itu adalah pengalaman yang berharga.

[ Baca Juga: Enam Jam Tak Terlupakan Di Yogyakarta ]

Kesimpulan: Petualangan Seru di Kota Gudeg

Saya sangat menikmati petualangan city touring di Yogyakarta. Kota ini memiliki pesona dan keunikan tersendiri yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Dari Tugu Yogyakarta yang megah hingga keramaian Jalan Malioboro, semuanya memiliki daya tariknya sendiri.

Selama perjalanan ini, saya juga berinteraksi dengan warga lokal yang ramah dan penuh keramahan. Mereka memberi saya rekomendasi tempat makan terbaik dan berbagi cerita tentang kota mereka.

Jadi, jika kamu merencanakan liburan ke Yogyakarta, jangan ragu untuk menjelajahi kota ini dengan city touring. Kamu akan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dan merasakan kehangatan budaya Jawa yang khas. Terima kasih sudah mengikuti cerita petualangan saya, dan semoga ini menginspirasi kamu untuk menjelajahi Kota Gudeg ini juga!

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *