7 Pilihan Transportasi Umum untuk Jelajahi George Town Penang

Kali ini travel blog Indonesia catperku.com akan berbagi informasi mengenai tentang transportasi umum di Penang, sebuah pulau yang indah di Malaysia.

Ketika kamu mengunjungi tempat baru seperti Penang, terkadang mengandalkan transportasi umum atau taksi bisa menjadi cara yang efisien dan nyaman untuk menjelajahi daerah tersebut.

Di Penang, kamu memiliki beberapa pilihan transportasi yang dapat digunakan untuk mengelilingi pulau ini dengan mudah.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang transportasi, mari kenali sedikit lebih dekat tentang Penang.

Penang terletak hanya 1 jam perjalanan pesawat dari Kuala Lumpur.

Secara geografis, negara bagian ini terdiri dari Pulau Penang dan Seberang Perai di Semenanjung Malaysia.

Keduanya terhubung oleh dua jembatan dan layanan ferry yang ramai digunakan oleh wisatawan dan penduduk setiap harinya.

George Town, ibu kota Penang, merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO karena arsitekturnya yang unik dan bersejarah.

Penang juga terkenal sebagai ibu kota kuliner Malaysia dengan hidangan seperti asam laksa, char kway teow, dan nasi kandar yang lezat.

Sekarang mari kita bahas lebih lanjut mengenai pilihan transportasi umum yang paling cocok untuk kamu gunakan selama liburan ke Penang.

1. Taksi: Kenyamanan yang Fleksibel

Taksi adalah salah satu opsi transportasi yang paling nyaman di Penang.

Kamu dapat dengan mudah menemukan taksi di sekitar pulau, terutama di daerah-daerah wisata.

Sebelum naik taksi, pastikan kamu menyetujui harga sewanya dengan sopir taksi.

Kamu bisa mulai dengan bertanya berapa tarifnya untuk mencapai tujuan.

Jika merasa tarif yang ditawarkan terlalu tinggi, jangan ragu untuk menawar.

Ini adalah praktik umum di sini.

Sebagai panduan, tarif rata-rata taksi dari George Town menuju Bandara Internasional Penang adalah sekitar 45 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 147.000.

Sementara untuk menuju Bukit Bendera atau Kek Lok Si, tarif rata-ratanya sekitar 30 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 98.000.

Tarif ini mungkin dapat berubah tergantung pada waktu dan negosiasi dengan sopir taksi.

[ Baca Juga: Tips, Biaya Dan Contoh Itinerary Liburan Ke Malaysia Yang Hemat! ]

2. Bus: Ekonomis dan Luas

Bus adalah salah satu pilihan transportasi umum yang ekonomis dan luas di Penang.

Rapid Penang menyediakan layanan bus yang mencakup area yang luas di pulau dan daratan utama.

Selain itu, ada juga bus Central Area Transit (CAT) yang merupakan layanan bus gratis di area George Town.

Untuk menggunakan bus di Penang, kamu perlu memberi tahu sopir atau konduktor tujuanmu dan membayar tarif yang sesuai.

Pastikan kamu memiliki uang tunai dengan nominal yang pas karena bus-bus di sini tidak memberikan uang kembalian demi alasan keamanan.

Jadi, jika kamu mencari cara ekonomis untuk menjelajahi Penang, naik bus adalah pilihan yang baik.

Rute dan Atraksi Terdekat

Kamu dapat menggunakan bus RapidPenang yang dioperasikan oleh Prasarana Malaysia untuk menjelajahi Pulau Penang dengan nyaman.

Terminal utama bus ini terletak di Komtar Bus Terminal dan Weld Quay (Pengkalan Weld).

Dari sini, bus akan membawamu ke berbagai penjuru pulau, termasuk Bukit Bendera atau Penang Hill (rute 204).

Selain itu, kamu juga dapat naik bus rute 102 yang berangkat dari Bandara Penang untuk mengunjungi Pantai Batu Ferringhi, yang terkenal dengan pantai pasir putih dan olahraga airnya.

Rapidpenang Pilihan Transportasi Umum untuk Jelajahi George Town Penang

Img: @myrapidpg

Tarif

Jika kamu ingin menjaga anggaran perjalanan tetap terkendali, RapidPenang adalah pilihan yang tepat.

Tarifnya sangat terjangkau, dimulai dari RM1.4 untuk 7 km pertama.

Semakin jauh jarak yang kamu tempuh, semakin tinggi tarifnya, dengan batas maksimal RM4 untuk perjalanan 28.1 km ke atas.

Cara Pembayaran

Saat naik RapidPenang, cukup beri tahu sopir bus tujuanmu, dan mereka akan memberi tahu ongkos yang harus kamu bayar.

Pastikan kamu menyiapkan uang pas karena sopir bus tidak menyediakan kembalian.

Jam Operasional

Setiap rute RapidPenang memiliki jam operasional yang berbeda, tetapi bus biasanya mulai beroperasi sekitar pukul 05:20.

Kamu dapat mengunduh aplikasi MyRapid PULSE untuk mendapatkan jadwal bus terbaru.

3. Transportasi Umum Di Penang Online: Kemudahan dalam Genggaman

Seperti banyak tempat di dunia, Penang juga memiliki layanan transportasi online seperti Grab dan AirAsia Ride.

Yang perlu kamu lakukan hanyalah mengunduh aplikasi transportasi online yang tersedia di Penang, dan kamu siap untuk pergi.

Pembayaran untuk layanan transportasi online dapat dilakukan dengan uang tunai atau kartu kredit, memberi kamu fleksibilitas dalam metode pembayaran.

Transportasi online ini sangat nyaman jika kamu ingin memesan transportasi dengan cepat tanpa harus mencari taksi di jalan.

[ Baca Juga: Mengunjungi Haikou Movie Town: Serasa Di Tahun 1942! ]

4. Becak ( Trishaw ): Pengalaman Tradisional

Untuk pengalaman yang lebih tradisional, kamu dapat mencoba naik becak di Penang.

Ya, kamu bisa naik becak di kota ini seperti halnya ketika kamu berkunjung ke Jogja!

Ini adalah pilihan terbaik jika kamu ingin menjelajahi daerah George Town sambil menikmati pemandangan sekitar.

Namun, sebelum naik becak, pastikan kamu telah menyetujui tarif dengan sopir becak.

Tarif becak di Penang biasanya sekitar 50 ringgit Malaysia per jam untuk dua orang.

Tarif ini dapat berbeda tergantung pada jarak yang kamu tempuh.

Becak adalah salah satu cara yang unik dan menyenangkan untuk menjelajahi Penang.

Kelebihan

Trishaw, atau becak kayuh, bukan hanya moda transportasi, tetapi juga daya tarik wisata tersendiri di Penang.

Ini adalah cara yang unik untuk menjelajahi kota dengan gaya tradisional.

Wisatawan sering menyewa trishaw per jam untuk berkeliling kota tua George Town dan mengunjungi tempat-tempat menarik untuk berfoto atau berbelanja.

Beberapa pengemudi trishaw juga berperan sebagai pemandu wisata yang akan membuat pengalamanmu semakin kaya.

Tarif

Tarif naik trishaw di Penang berkisar antara RM40 hingga RM50 per jam.

Jika pengemudi trishaw menetapkan harga terlalu tinggi, kamu dapat mencoba menawarnya hingga kedua belah pihak mencapai kesepakatan.

Jangan ragu untuk memberikan tip sebagai tanda penghargaan kepada pengemudi trishaw.

Sewa sepeda bike rental di Penang

5. Sepeda Umum: Ramah Lingkungan dan Sehat

Jika kamu ingin menjelajahi Penang dengan gaya yang lebih aktif dan ramah lingkungan, kamu dapat menggunakan layanan transportasi berupa sepeda umum yang tersedia di pulau Penang ini.

Terdapat sekitar 29 pangkalan sepeda yang tersebar di lokasi strategis di Penang.

Caranya sangat mudah. Kamu hanya perlu mengunduh aplikasi Link Bike, lalu memindai kode QR untuk mengambil sepeda dari pangkalan.

Setelah selesai menggunakannya, kamu dapat mengembalikan sepeda ke salah satu dari 25 pangkalan yang tersedia.

Ini adalah pilihan yang baik jika kamu ingin menjelajahi daerah dengan santai sambil menjaga kebugaran fisik.

Kelebihan

Mengendarai sepeda bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga cara yang menyenangkan untuk menjelajahi Penang.

Pulau ini memiliki jalur sepeda sepanjang 39.3 km yang membentang dari Straits Quay di ujung utara hingga Bandara Penang di selatan.

Selain itu, ada sistem bike sharing Link Bike yang memungkinkan kamu menyewa sepeda dari 29 stasiun yang tersebar di seluruh pulau.

Cara Menyewa Sepeda

Untuk menyewa sepeda di Penang, pertama-tama unduh aplikasi LinkBike.

Pilih paket yang sesuai dengan kebutuhanmu, seperti 1 Day Pass, 2 Day Pass, atau 3 Day Pass, lalu lakukan pembayaran.

Setelah itu, kamu hanya perlu memindai kode QR di stasiun untuk mengambil sepeda dan mengembalikannya di stasiun mana pun setelah selesai digunakan.

Stasiun Link Bike dapat ditemukan di tempat-tempat seperti Armenian Street dan Penang Botanic Gardens.

Tarif

Link Bike gratis untuk digunakan selama 30 menit pertama. Setelah itu, kamu akan dikenakan biaya RM1 per jam.

Selain biaya penggunaan, kamu perlu membeli pass untuk mengakses layanan Link Bike.

Pass dapat dibeli mulai dari RM3 untuk akses selama 24 jam.

Jika kamu berencana tinggal beberapa hari di Penang, kamu bisa lebih hemat dengan 2 Day Pass (RM4) atau 3 Day Pass (RM5).

[ Baca Juga: 5 Alasan Menginap Di Tune Hotels Ketika Traveling Ke Malaysia ]

6. Sewa Mobil: Kebebasan dan Kenyamanan

Jika kamu ingin sebuah fleksibilitas, sewa mobil untuk keliling Penang adalah salah satu pilihan yang tepat.

Kelebihan

Mobil dapat menjadi pilihan terbaik jika kamu memiliki tujuan wisata atau penginapan yang sulit dijangkau dengan transportasi publik.

Dengan menyewa mobil, kamu memiliki fleksibilitas untuk pergi ke mana saja dan kapan saja tanpa terikat dengan jadwal transportasi umum.

Di iklim tropis Pulau Penang, AC di dalam mobil juga akan menjadi teman yang nyaman selama perjalanan.

Tips

Beberapa tempat rental mobil mungkin hanya meminta SIM A yang berlaku, tetapi ada yang mungkin mengharuskan kamu memiliki SIM internasional.

Dengan menyewa mobil, kamu dapat menjelajahi Pulau Penang dengan lebih leluasa.

Sewa Mobil Di Penang Untuk Kebebasan dan Kenyamanan Jelajah Penang!

7. Kapal Ferry: Menyeberang dengan Cepat

Penang terbagi menjadi dua wilayah oleh Selat Pulau Pinang, dan untuk menyeberangnya, kamu memiliki beberapa pilihan, salah satunya adalah kapal ferry.

Kapal ferry jenis katamaran ini dapat membawa penumpang ke seberang pulau dengan cepat.

Kelebihan

Kedua terminal di sisi pulau dan daratan juga memiliki akses mudah ke transportasi umum, sehingga kamu tidak perlu khawatir menggunakan ferry di Penang.

Rute

Ferry penumpang di Penang melayani rute dari Swettenham Pier Cruise Terminal (SPCT) di George Town ke Pangkalan Sultan Abdul Halim (PSAH) di Butterworth, dan sebaliknya.

Perlu diingat bahwa kapal ini hanya mengangkut pejalan kaki.

Pengendara sepeda dan sepeda motor dapat menggunakan ferry lain yang berangkat dari Pangkalan Raja Tun Uda (PRTU) di George Town menuju PSAH di sisi daratan.

Tarif

Harga tiket kapal ferry dari Butterworth ke George Town adalah RM1.2 untuk dewasa dan RM0.6 untuk anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun.

Sementara itu, pengguna kendaraan beroda dua yang naik ferry dari Butterworth akan dikenakan tarif RM1.4 (sepeda) dan RM2 (motor).

Baik pejalan kaki maupun pengendara beroda dua tidak perlu membayar tiket lagi untuk menyeberang dari George Town ke Butterworth.

Jadwal dan Jam Operasional

Ferry penumpang dari Butterworth beroperasi dari pukul 06:30 hingga 20:30 (hari kerja) dan dari pukul 07:00 hingga 20:30 (akhir pekan dan hari libur nasional), dengan perjalanan sekitar 10 menit.

Kamu dapat memeriksa jadwal ferry Penang terbaru di laman resmi Penang Port.

Penutup: Pilihlah yang Sesuai dengan Preferensi

Saat mengunjungi Penang, kamu memiliki banyak pilihan transportasi yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan.

Jika kamu ingin kenyamanan dan fleksibilitas, taksi atau transportasi online mungkin menjadi pilihan terbaik.

Namun, jika kamu ingin pengalaman yang lebih ekonomis dan petualangan yang lebih aktif, bus, becak, atau sepeda umum bisa menjadi opsi yang menarik.

Ingatlah untuk selalu mempersiapkan uang tunai dengan nominal yang pas jika kamu memilih naik bus, taksi, atau becak.

Dan yang paling penting, nikmatilah perjalananmu di Pulau Penang yang mempesona ini!

Wisata Kota Tua Jakarta, Jelajahi Jejak Sejarah Uniknya!

Kota tua Jakarta, adalah sebuah sudut ibu kota dengan luas sekitar 1,3 km persegi, tempat bersejarah sekaligus tempat wisata di Jakarta.

Percaya atau tidak diawali dari sinilah Kota Jakarta berkembang menjadi sebuah kota metropolitan.

Kota yang seakan tidak pernah tidur, selalu dipenuhi dengan pergerakan ribuan manusia setiap harinya. Apalagi, Jakarta sekarang ini juga makin modern.

Namun siapa yang menyangka, kalau di tengah hiruk pikuk perkembangan kota Jakarta, jejak – jejak sejarah perkembangan Kota Jakarta masih bisa ditemukan dengan menyusuri tempat wisata yang berada di bagian utara ini.

Ya, masih terlihat jelas bagaimana sisa kejayaan masa kolonial yang pernah memerintah Batavia, hingga kemudian menjadi Ibukota Indonesia.

Dari Batavia, sekarang Jakarta berubah menjadi kota yang penuh dengan kesibukan.

Pusat pemerintahan dan tempat dimana perekonomian negara ini berputar, Otomatis menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota tersibuk di Indonesia.

Kota menjadi tujuan banyak masyarakat Indonesia untuk sekedar meraih “mimpi’.

Namun, mari kita lupakan sejenak mengenai keriuhan Jakarta.

Di tengah kesibukannya, ada suatu sudut kota ini yang menjadi saksi sejarah bagaimana perubahan sebuah kota kecil bernama Sunda Kelapa.

Kota yang kini bertransformasi menjadi sebuah kota metropolitan bernama Jakarta.

Ada banyak hal yang bisa kamu pelajari dan ketahui dari sana.

Kota Tua Jakarta, Kota Dimana Sebuah Peradaban Dari Kota Metropolitan Dimulai

 

Beberapa waktu lalu ketika saya melakukan perjalanan overland trip, jalur darat dari Denpasar Bali dengan tujuan akhir Jakarta.

Pada perjalanan ini saya berkesempatan untuk menyusuri sudut – sudut kota tua jakarta.

Saya ingin mencoba merasakan suasana historik yang hanya dapat ditemui di kota tua.

Dengan menyusuri kota tua ini anda akan merasa seakan – akan kembali kemasa lalu, masa kejayaan kota pelabuhan yang bernama Batavia.

Akses menuju kota tua cukup mudah, bisa menggunakan transjakarta dan turun di Halte Stasiun Kota, atau naik kereta dengan tujuan stasiun kota.

Turun dari starting point tadi, entah dari halte transjakarta ataupun stasiun kota, tetap akan melewati sebuah lorong bawah tanah dengan pintu keluar persis didekat Museum Bank Mandiri.

Deretan sepeda onthel yang ada di Kota Tua Jakarta
Deretan sepeda onthel yang ada di Kota Tua Jakarta

(Baca Juga : Wara Wiri Di Akhir Minggunya Jakarta)

Jangan Lupa Mampir Ke Museum Bank Mandiri

Museum Bank Mandiri bisa menjadi pilihan pertama untuk menikmati wisata historik di dekat pusat Kota Jakarta.

Letaknya paling dekat dengan akses masuk menuju kawasan kota tua.

Di dalam Museum Bank Mandiri bisa ditemukan berbagai macam benda yang berhubungan perbankan.

Ini juga merupakan salah satu museum di Jakarta favorit saya ya.

Benda – benda tersebut adalah asset lama Bank Mandiri yang mempunyai nilai sejarah, mulai dari buku besar hingga ATM dengan model jadul.

Seumur – umur, baru petama kali ini saya melihat buku besar dengan yang benar – benar besar ukurannya, padahal sudah jaman komputerisasi loh sekarang.

Rasanya sudah tidak ada lagi bank yang menggunakannya.

Beranjak dari Museum Bank Mandiri, disebelahnya ada Museum Bank Indonesia.

Sayangnya saya datang terlalu sore, jadi belum menyempatkan diri untuk melihat isi dari museum itu.

Rencana saya terpaksa berubah karena banyak museum di area Kota Tua Jakarta yang sudah tutup waktu itu.

Rencana pun berubah, dari wisata museum menjadi wisata jalan – jalan sore hari. Heheee!

Makin Sore Makin Asik!

Ramainya Kota Tua Jakarta, menjadi daya tarik tersendiri untuk warga Jakarta
Ramainya tempat wisata bersejarah ini, menjadi daya tarik tersendiri untuk warga Jakarta

Sore di kota tua yang cukup panas, tidak menyurutkan masyarakat untuk memenuhi area Kota Tua Jakarta.

Terbukti semakin sore malah semakin banyak yang berdatangan, entah hanya jalan – jalan sore, hunting foto atau sekedar menghabiskan waktu.

Bahkan terlihat beberapa bule yang datang untuk menikmati eksotisme kawasan wisata Jakarta yang bersejarah ini ini.

Kuliner juga bisa menjadi alternatif untuk menikmati kota tua, karena banyak makanan unik yang bisa ditemui di area ini.

Mulai dari Kerak Telor, makanan khas Betawi sampai Es Lilin Potong (es kacang hijau yang dipotong) yang sudah lama sekali tidak saya temui.

Yah, berjalan – jalan di Kota Tua Jakarta ternyata bisa membawa saya menikmati romantisme masa kecil, dengan menemukan makanan yang menjadi favorit saya di waktu dulu.

Pusat keramaian kota tua berada di depan balai kota atau di depan Museum Fatahillah.

Disini mulai dari anak – anak hingga orang tua semuanya berkumpul.

Dari sekedar pedagang kaki lima yang menjajakan jualannya, hingga yang menyewakan sepeda “onthel“.

O iya, jangan lupa menyempatkan diri untuk mencoba sepeda “onthel” disini, sebelum sepeda “onthel” benar – benar menghilang dari muka bumi tergantikan dengan mesin.

Jangan Lupa Mampir Juga Ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Batavia

Pelabuhan Sunda Kelapa, berada di dekat Kota Tua Jakarta
Pelabuhan Sunda Kelapa, berada di dekat Kota Tua Jakarta

(Baca Juga : Photo Story : Suatu Ketika Di Pelabuhan Sunda Kelapa Yang Fotogenik!)

Beranjak dari kawasan balai kota, kita dapat menemukan sebuah pelabuhan yang berisi puluhan kapal Pinisi.

Pelabuhan itu adalah pelabuhan sunda kelapa di dalamnya berjajar rapi puluhan kapal pinisi yang digunakan untuk mengangkut barang antar pulau.

Saya baru tahu, kalau ternyata tempat ini masih sangat aktif. Aktifitas bongkar muat barang dari perahu masih terjadi hingga saat ini.

Kawasan Kota Tua Jakarta sebenarnya berpotensi untuk menjadi kawasan yang bisa digunakan untuk bersantai dikala liburan, wisata bersejarah untuk edukasi, atau sekedar untuk hunting foto.

Namun pada beberapa tempat di kota tua terlihat sangat tidak terawat, sampah bertebaran dimana – mana. Saya jadi agak sedih melihatnya.

Mungkin hal tersebut memang masalah klasik, pemerintah yang kurang bisa merawat, atau pengunjung yang masih suka buang sampah sembarangan.

Saran saya, paling tidak sebagai pengunjung hendaknya juga ikut menjaganya.

Jika tidak ingin kawasan bersejarah di Jakarta ini hancur.

Sayang sekali lah kalau sampai rusak, karena kota tua adalah saksi satu satunya perkembangan Ibu Kota Jakarta.

Cara Pergi Ke Kota Tua Jakarta Ini Bagaimana?

Ada beberapa cara untuk pergi kesana.

Namun, naik Transjakarta adalah salah satu moda transportasi umum favorit saya untuk bepergian di Jakarta.

Karena Busway Transjakarta ini cukup bisa diandalkan untuk menjangkau pelosok Jakarta dan lumayan bisa menembus kemacetan Jakarta.

Termasuk untuk pergi kesini.

Nah, karena itu disini saya mau berbagi pengalaman naik Busway Transjakarta ke Kota Tua Jakarta.

Mungkin kamu ada yang ingin pergi kesini dengan naik Transjakarta juga.

Yang jelas, dari arah manapun, kamu bisa pergi kesini dengan terlebih dahulu menuju Halte Transjakarta Harmoni Central.

Baru bisa lanjut ke Kota Tua.

Nah, ada yang suka bepergian naik transjakarta juga disini?

 

 

Suasana Malam Hari Wisata Kota Tua Jakarta Keren Juga Ya!

Wah! Suasana Malam Hari Wisata Kota Tua Jakarta Keren!

Katanya sih begitu. Jakarta perlu punya banyak hiburan berupa taman kota!

Itu yang terpikirkan didalam otak saya ketika berkunjung ke Kota Tua Jakarta untuk yang kesekian kalinya.

Lho? Kenapa saya bisa berpikir seperti itu?

Gampang saja, coba lihat penuhnya area yang luasnya enggak seberapa ini.

Padahal, waktu itu saya datang tidak pada siang hari seperti biasanya lho!

Saya datang ke kota tua pada malam hari, di waktu malam minggu.

Ataukah memang karena malam minggu ya membuat tempat ini semakin ramai?

Hari itu malam minggu pertama saya mengunjungi Kota Tua Jakarta.

Saya ingin melihat kondisi old jakarta diwaktu malam, mumpung saya masih tinggal di ibu kota untuk beberapa lama.

Ternyata yang saya dapatkan enggak terlalu jauh berbeda dengan kondisi pada siang hari lho.

Bedanya, malam hari kota tua akan lebih banyak dihiasi dengan lampu yang berwarna – warni, dan ditambah dengan sedikit hiruk – pikuk penduduk Jakarta yang datang ke tempat ini.

Kota Tua Jakarta sendiri banyak berubah, jika dibandingkan dengan kunjungan saya terakhir kali.

Pertunjukan seperti ini selalu ada di Kota Tua Jakarta. Siang juga ada lho, tetapi ternyata lebih keren kalau malam hari :D
Pertunjukan seperti ini selalu ada di Kota Tua Jakarta. Siang juga ada lho, tetapi ternyata lebih keren kalau malam hari 😀

Tempat yang pernah menjadi pusat pemerintahan Jakarta ini terlihat semakin rapi saja, meskipun belum seratus persen bersih dari sampah yang dibuang sembarangan.

Bahkan sekarang ada tempat khusus tersendiri yang disediakan untuk pedagang kaki lima berjualan.

Mencari tempat parkir motor pun enggak ribet karena sudah disediakan, namun saya enggak menyarankan untuk parkir di parkir liar ya 🙂

Di bagian tengahnya, diantara Museum Fatahillah dan Kantor Pos adalah pusat keramaian Kota Tua Jakarta ketika malam hari.

Sepertinya di bagian tengah tersebut sudah secara otomatis menjadi arena pertunjukan utama.

Yah, Dibagian tengah kota tua memang sering ada pertunjukan sih.

Mulai dari pertunjukan debus yang mempertunjukkan kesaktian menyembur api, hingga penjual jamu yang sedang promosi.

Bisa kebayang enggak ramainya kota tua dalam kondisi seperti itu?

Ramai sekali memang, bahkan hujan gerimis pun enggak menyurutkan keramaian tempat ini.

Begitulah, dan sepertinya saya masih sering kembali ke tempat ini. Karena beberapa museum yang ada di kota tua masih belum saya kunjungi. 🙂

Suasana Malam Hari Wisata Kota Tua Jakarta Keren Ya!

Ramai, tapi seruuu! Seperti ini malam harinya kota tua :D
Ramai, tapi seruuu! Seperti ini malam harinya kota tua 😀
Cafe Batavia sepertinya enak buat malam mingguan. Lain kali mau saya coba, malam mingguan di cafe ini :)
Cafe Batavia sepertinya enak buat malam mingguan. Lain kali mau saya coba, malam mingguan di cafe ini 🙂
Hujan pun enggak mengurangi asiknya menghabiskan akhir pekan di tempat ini.
Hujan pun enggak mengurangi asiknya menghabiskan akhir pekan di tempat ini.
Cahaya lampu menghiasi malam di kota tua :)
Cahaya lampu menghiasi malam di kota tua 🙂
Mari berdansa di Kota Tua Jakarta?
Mari berdansa di Kota Tua Jakarta?
Hujan - hujanan disini juga seruuu! Basah? Siapa takut! :D
Hujan – hujanan disini juga seruuu! Basah? Siapa takut! 😀

Old Jakarta And A Crowded Night!

Suatu malam, saya pergi ke sebuah kawasan bersejarah di Jakarta.

Sebelumnya saya sering kesana ketika siang hari, namun kali ini saya datang kesana ketika malam, malam minggu pula.

Coba tebak? Ternyata tempat ini lebih menyenangkan dikunjungi ketika malam hari. Mau mengunjungi kota tua juga?

One one night, I went to one of historical place in Jakarta.

I often went there during the day, but this time I went there on saturday night.

Guess what? This place was much better than when you visit it during the day.

Wanna try to visit it too?

Photograph By : Fahmi
Gear : Sony Nex F3 Lens Kit

Tidak bebeda dengan kondisi siang hari, malam harinya kota tua Jakarta masih begitu ramai. Semuanya tumpah ruah di tempat ini.
Tidak bebeda dengan kondisi siang hari, malam harinya kota tua Jakarta masih begitu ramai. Semuanya tumpah ruah di tempat ini.
Hampir semua pengunjung kota tua Jakarta terpusat di area terbuka yang berada di depan museum Fatahillah.
Hampir semua pengunjung kota tua Jakarta terpusat di area terbuka yang berada di depan museum Fatahillah.
Beberapa ada yang mehabiskan waktu, menikmati suasana Jakarta tempo dulu di cafe ikonik yang ada di kota tua, Batavia Cafe.
Beberapa ada yang mehabiskan waktu, menikmati suasana Jakarta tempo dulu di cafe ikonik yang ada di kota tua, Batavia Cafe.
Menghabiskan malam hari di kota tua Jakarta menurut saya malah lebih menyenangkan. Apalagi jika ditemanih hujan rintik - rintik yang mengguyur seperti ini.
Menghabiskan malam hari di kota tua Jakarta menurut saya malah lebih menyenangkan. Apalagi jika ditemanih hujan rintik – rintik yang mengguyur seperti ini.
Cahaya lampu yang ada di beberapa museum juga menambah cantiknya suasana di sekitar kota tua Jakarta.
Cahaya lampu yang ada di beberapa museum juga menambah cantiknya suasana di sekitar kota tua Jakarta.
Sementar ada salah satu sudut kota tua yang dipenuhi dengan para penjual, yang mengais rejeki dari para pengunjung.
Sementar ada salah satu sudut kota tua yang dipenuhi dengan para penjual, yang mengais rejeki dari para pengunjung.
Di salah satu sudut lainnya ada sesuatu yang unik seperti ini. Ini adalah boneka yang mirip wayang golek, yang bisa bergerak dengan diiringi house music. Semacam wayang era modern? Saya tidak tahu pastinya :)
Di salah satu sudut lainnya ada sesuatu yang unik seperti ini. Ini adalah boneka yang mirip wayang golek, yang bisa bergerak dengan diiringi house music. Semacam wayang era modern? Saya tidak tahu pastinya 🙂
Jadi, kalau sedang berada di Jakarta dan bingung mau kemana, mungkin bisa mencoba merasakan suasana yang sedikit berbeda di kota tua ini.
Jadi, kalau sedang berada di Jakarta dan bingung mau kemana, mungkin bisa mencoba merasakan suasana yang sedikit berbeda di kota tua ini.

PS : Selalu pegang teguh prinsip Ecotourism, jangan pernah merusak atau mengotori alam, Jaga Untuk Anak Cucu Kita. Belum tahu apa itu ecotourism? baca disini (Eco Traveling yaa, Bukan Ego Traveling!!!)

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Foto Hitam Putih Kota Tua Jakarta

Disini saya juga berbagi pengalaman melalui foto yang saya abadikan selama berkunjung ke tempat wisata Jakarta yang bersejarah ini.

Dibawah adalah koleksi foto yang saya ambil ketika berkunjung ke ibu kota.

Ternyata ada sisi romantisme di tepi ibukota, sebuah kota tua, dengan hiruk – pikuknya ditengah dunia serba modern ini.

Taken By : Fahmi
Kamera : Sony A200 + Kit Lens

Pemandangan setiap hari dari salah satu tempat wisata di Jakarta yang cukup bersejarah.
Pemandangan setiap hari dari salah satu tempat wisata di Jakarta yang cukup bersejarah.
Setiap harinya jalanan ini selalu penuh sesak dengan kendaraan.
Setiap harinya jalanan ini selalu penuh sesak dengan kendaraan.
Ada banyak kuliner khas Indonesia juga kuliner Jakarta bisa kamu temukan disini.
Ada banyak kuliner khas Indonesia juga kuliner Jakarta bisa kamu temukan disini.
Salah satunya adalah Es Potong yang mulai jarang ditemukan.
Salah satunya adalah Es Potong yang mulai jarang ditemukan.
Tempat ini memang tidak pernah sepi setiap harinya ya.
Tempat ini memang tidak pernah sepi setiap harinya ya.
Ada banyak yang menjajakan barang di dekat kawasan wisata Kota Tua Jakarta.
Ada banyak yang menjajakan barang di dekat kawasan wisata Kota Tua Jakarta.
Ada juga yang seperti ini disini.
Ada juga yang seperti ini disini.
Kira-kira seperti apa ya kondisi tempat ini pada jaman kolonial? Apa kawasan wisata Kota Tua Jakarta masih sama seperti sekarang?
Kira-kira seperti apa ya kondisi tempat ini pada jaman kolonial? Apa masih sama seperti sekarang?
Kadang ada pertunjukan seperti ini di tempat wisata Jakarta ini.
Kadang ada pertunjukan seperti ini di tempat wisata Jakarta ini.
Kamu bisa juga menyewa sepeda untuk keliling kawasan wisata Jakarta ini.
Kamu bisa juga menyewa sepeda untuk keliling kawasan wisata Jakarta ini.
Naik sepeda keliling kawasan wisata Kota Tua Jakarta seperti ini maksudnya.
Naik sepeda keliling kawasan wisata Kota Tua Jakarta seperti ini maksudnya.
Atau sekedar berfoto mengabadikan suasana tempat wisata populer di Jakarta ini.
Atau sekedar berfoto mengabadikan suasana tempat wisata populer di Jakarta ini.
Ada banyak yang sengaja berkunjung ke kawasan wisata Kota Tua Jakarta hanya untuk berburu foto. Mungkin nantinya akan dipajang di media sosial masing masing.
Ada banyak yang sengaja berkunjung ke kawasan wisata Kota Tua Jakarta hanya untuk berburu foto. Mungkin nantinya akan dipajang di media sosial masing