Tips Touring Motor Sendirian Jarak Jauh!

Suka travelling dengan motor? Baca dulu deh tulisan tips touring motor sendirian tapi tetap seru di travel blog Indonesia catperku ini!

Belakangan ini bisa dibilang saya mulai addicted travelling dengan menggunakan sepeda motor.

Apalagi mengingat transportasi umum di negara ini sangat terbatas, terutama untuk mengeksplore daerah yang sedikit terpencil.

Jadi travelling dengan motor ini bisa dibilang cara yang fleksible untuk travelling di negara ini.

Soalnya bisa berhenti senak jidat kita kalau nemu pemandangan yang cakep.

Berbeda kalau ikut tur atau naik transportasi umum.

Boro – boro mau berhenti, mau buang air saja harus nunggu berhenti di stasiun / atau terminal berikutnya.

Memang Asiknya Touring Dengan Motor Itu Apa Sih?

Perjalanan dengan cara seperti ini memang seru.

Makanya setelah beberapa kali mencobanya saya langsung ketagihan touring dengan motor.

Sampai sekarang ini saya sudah beberapa kali touring dengan motor baik untuk jarak dekat atau jarak jauh.

Misalnya touring keliling bali, touring ke Lombok hingga touring Jawa – Bali.

Yang belum kesampaian sih touring dengan motor keliling Indonesia dan touring hingga eropa. Semoga segera ya!

Nah, dari pengalaman saya touring dengan motor tadi saya mau mencoba berbagi tips.

Iya, tips touring motor sendirian tapi tetap seru!

Soalnya touring sendirian sama rame-rame itu beda rasanya.

Mungkin tips dan pengalaman saya ini akan berguna untuk kamu yang ingin mencoba touring sendiri!

Mungkin banyak yang bertanya, ngapain coba touring motor.

Naik sepeda motor jauh-jauh dari Jawa ke Bali belasan jam? Kan lebih enak naik pesawat.

Tinggal duduk manis, sampai deh. Apa nggak pegel itu motoran belasan jam?

Sering banget sih ditanyain itu. Baik secara langsung atau di media sosial saya di @catperku.

Kalau capek sih ya pasti, siapa sih yang nggak capek motoran belasan jam.

Tapi buat yang hobi touring motor, perjalanan belasan jam naik motor itu adalah kenikmatan tersendiri yang nggak bisa dijelaskan.

Selain itu, perjalanan dengan sepeda motor itu lebih menarik.

Bisa melihat Indonesia lebih dekat lah! Apalagi kalau melewati jalur dengan pemandangan indah seperti jalur selatan Pulau Jawa, atau jalur touring ke Bromo.

Pengalaman  itu nggak bisa didapatkan dari metode perjalanan yang lain tau. Kalau nggak percaya, coba saja!

(Baca Juga : Membelah Pulau Jawa, Road Trip Ke Sawarna)

Sekali Mencoba Biasanya Sih Ketagihan!! Baca Dulu Tips Touring Motor Ini!

Touring motor sendirian atau rame-rame sama serunya kok! Ini ketika saya touring ke Lombok bersama teman )
Touring motor sendirian atau rame-rame sama serunya kok! Ini ketika saya touring ke Lombok bersama teman )

Memang untuk perjalanan jenis ini ini, harus ada beberapa standard keselamatan dan tips yang perlu diperhatikan.

Untuk itu saya ingin berbagi beberapa tips touring motor berdasarkan pengalaman saya selama ini touring dengan motor sendirian dan rame-rame.

 

 

(Baca Juga : Lombok Selatan Adventure, Chapter 1 : Padang Bai – Lembar)

  • Sebagus apapun kondisi sepeda motor kamu, pastikan untuk di maintenance dulu, untuk menghindari mogok di tengah perjalanan. Bawa ke bengkel sebelum mulai touring, sekedar mengganti oli, setting ulang rem atau cek tekanan udara pada roda akan sangat berguna. tidak mau kan acara touring motor kamu yang menyenangkan jadi berantakan gara – gara sepeda motor bermasalah?
  • Keselamatan itu nomor satu! jangan lupa memakai helm standard, karena kepala kita tidak terbuat dari batu meskipun ada istilah “kepala batu”. Pastikan surat – surat sepeda motor dan sim lengkap, kalau tidak ingin kena tilang di perjalanan. Sayang kan , mending buat makan dari pada buat bayar denda tilang 😀
  • Bawa botol cadangan ketika touring dengan motor, bukan buat nyimpen air, tapi khusus buat menyimpan bensin cadangan. Terutama jika motornya agak boros. Kamu tidak akan tahu kapan bisa menemukan stasiun bahan bakar selanjutnya. Membawa bensin cadangan adalah cara terbaik untuk mengatasi masalah itu. Biasanya sih saya memakai botol air mineral 1.5 liter untuk di isi bensin.
  • Bawa ban dalam cadangan, jika sewaktu waktu ban bocor dan ban dalam tidak bisa di tambal lagi. Tidak perlu lagi repot – repot mencari atau membeli ban dalam, karena sudah dipersiapkan. Atau, lebih enak lagi kalau touring motor dengan menggunakan ban tubeless. Ban bocor nggak akan begitu menganggu.
  • Jaket dan sarung tangan, sangat direkomendasikan untuk dipakai ketika touring dengan sepeda motor. Jaket dan sarung tangan tadi akan sangat efektif untuk menghalau hawa dingin dan angin ketika berkendara dalam kecepatan tinggi. Paling tidak hawa dingin angin akan lebih berkurang.
  • Jika touring dilakukan pada waktu musim hujan, jangan sampai lupa mempersiapkan jas hujan. Jas hujan tipe single lebih cocok untuk dipakai ketika touring motor di musim hujan. Selain lebih ringkas, dengan memakai jas hujan tipe single, mengontrol sepeda motor akan lebih mudah.
Jas hujan singgle seperti ini cocok sekali untuk touring motor sendiri.
Jas hujan singgle seperti ini cocok sekali untuk touring motor sendiri.
  • Kalau buat saya, touring dengan sepeda motor bukanlah balapan, jadi paling enak kalau touring mode slow, pelan-pelan sambil menikmati pemandangan. Tapi jangan lupa untuk selalu fokus dan berhati hati di jalan. Alon-alon asal kelakon! Idealnya satu sepeda motor dikendarai oleh satu orang, tetapi untuk dua orang juga tidak masalah.
  • Bawa tas model daypack, lebih ringkas untuk perjalanan touring selama 2-4 hari. Lebih bagus lagi kalau di sepeda motor ada box tambahan atau tas sidebag seperti yang sering saya pakai di sepeda motor saya.
  • Yang terakhir, selalu nikmati perjalanan. tetap tenang ketika ada masalah, karena masalah juga termasuk dari bagian menyenangkan dari sebuah perjalanan. Dan dari masalah kita bisa belajar 🙂
Jas hujan singgle seperti ini cocok sekali untuk touring motor sendiri.
Tas sidebag akan sangat berguna ketika touring motor jarak jauh!

(Baca Juga : Lombok Selatan Adventure, Dari Lembar Hingga Kuta)

Nah, semoga tips – tips touring motor diatas bisa membantu, dan memberikan manfaat buat para penyuka aktifitas touring.

O iya, untuk jalur bikepacking terbaik yang pernah saya coba adalah Bali dan Lombok.

Kedua pulau itu tidak terlalu ramai, dan kondisi jalan-nya lumayan bagus.

Pemandangannya juga paling cantik, jadi sangat saya sarankan untuk mencoba touring di ke dua pulau itu. Selamat menikmati perjalanan touring dengan motor ya!

Moto Vlog Touring Ke Bromo

Bonus nih buat kamu yang pengen cobain touring pake sepeda motor.

Saya mau share pengalaman saya touring ke Bromo dengan sepeda motor matic.

Iya, saya touring ke Bromo naik sepeda motor matic beneran.

Meski banyak orang bilang touring motor ke Bromo dengan matic itu susah.

Dan ada kemungkinan terjebak padang pasir!

Untungnya perjalanan saya lancar, tanpa gangguan apapun.

Jadi, Setelah baca tips touring motor diatas, bisa deh liat motovlog tourign ke bromo dibawah ini.

Selamat menikmati!

Part 1 : Motovlog Perjalanan Dari Probolinggo  Ke Bromo

Ini adalah video perjalanan touring motor ke Bromo melewati jalur yang sudah populer dari probolinggo.

Jalur ini sangat cocok untuk yang mau touring motor dengan lebih santai, atau ketika menggunakan kendaran sepeda motor matic.

Part 2 : Motovlog Menjelajah Padang Pasir Bromo

Kalau pada motovlog touring ke Bromo part dua ini adalah pengalaman saya melewati padang pasir Bromo dengan sepeda motor matic. Iya, touring ke Bromo dengan sepeda motor matic melewati padang pasirnya itu bisa banget kok.

Alasan Suka Traveling, Touring Dengan Sepeda Motor?

Saya memang bukan geng motor, atau anak motor. Namun, kalau diingat – ingat, hampir 90 persen lebih perjalanan yang saya lakukan kebanyakan saya habiskan dengan touring menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki.

Pun, menurut saya traveling dengan menggunakan sepeda motor itu menyenangkan, ada juga yang bilang traveling dengan sepeda motor itu merepotkan.

Terus apa sih alasan saya kok lebih suka traveling dengan sepeda motor?

Mau tahu kenapa saya suka traveling dengan sepeda motor?
Mau tahu kenapa saya suka traveling dengan sepeda motor?

Baca alasan semua alasan saya ini ya ^^ mungkin saja bisa terinspirasi, atau malah ketularan.

Tapi ingat, saya tidak tanggung jawab kalau ketagihan ya 😀

Kalau jaman sekarang, lebih dikenal dengan istilah “Touring”.

1. Traveling, Touring Dengan Sepeda Motor Lebih Bebas!

Bebas berhenti dimana saja, kapan saja, sama siapa saja! Itulah enaknya traveling pake sepeda motor.
Bebas berhenti dimana saja, kapan saja, sama siapa saja! Itulah enaknya traveling pake sepeda motor.

Bebas yang saya maksud ini, bukan berarti bebas bisa ngapain aja ya?

Misalnya, bebas bisa naek sepeda motor sekalian dugem. Kalau kayak gitu, yang ada bakal nabrak deh :|.

Salah satu kebebasan yang saya maksud ketika traveling, touring dengan sepeda motor itu adalah bisa bebas berhenti kapan saja.

Ada pemandangan bagus sedikit saja bisa langsung berhenti seketika.

Tinggal bawa sepeda motornya menepi. Coba kalau naik mobil atau bahkan bus, emang bisa langsung berhenti?

Yang ada pasti diteriakin banyak pengendara kendaraan bermotor yang ada dibelakang.

Enaknya lagi, dengan sepeda motor, saya bisa bebas memilih jalur. Terutama jalur tikus yang tidak memungkinkan kendaraan roda 4 melewatinya.

Misalnya ketika saya sedang traveling overland, touring dari Bali menuju rumah saya yang ada di Blitar, saya sengaja melewati jalur yang tidak biasanya.

Saya touring melewati jalur Padang Pasir Bromo, juga padang savana hingga akhirnya bisa tembus sampai Tumpang, Malang. Nah, emang mobil bisa lewat jalur itu?

2. Traveling Dengan Sepeda Motor Bisa Menjangkau Daerah Yang Tidak Bisa Dilewati Mobil

Seperti jalan ini, mobil mana boleh lewat? Bisa sih, tapi harus 4 wheel drive mobilnya!
Seperti jalan ini, mobil mana boleh lewat? Bisa sih, tapi harus 4 wheel drive mobilnya!

Karena saya traveler yang kadang terlalu mengandalkan Google Maps, jadinya saya sering melewati jalur yang tidak umum.

Ya, si Google Maps tadi selalu mencarikan jalur yang terpendek!

Tidak peduli apakah jalur tadi bisa dilewati kendaraan roda empat atau tidak. yang penting jalur terdekat, dan masih bisa dilewati.

Kalau menggunakan mobil atau kendaraan roda empat lainnya, pasti saya tidak akan berani percaya penuh dengan si Google Maps.

Beda kalau saya traveling, touring dengan sepeda motor, saya kadang masih “percaya” begitu saja dengan si Gooogle Maps.

Pernah ketika saya menuju ke Bandung dengan sepeda motor dari Jakarta, tanpa tahu arah sebelumnya.

Dengan pedenya saya menyerahkan diri dengan dipandu oleh si Gooogle Maps.

Coba tebak, saya dilewatkan rute seperti apa? Saya dilewatkan jalur yang melewati gunung teman – teman!

Dan itu cuma bisa dilewati dengan sepeda motor.

Pengalaman yang saya dapat, gunakan Google Maps dengan bijak!

3. Traveling, Touring Dengan Sepeda Motor Kadang Bisa Lebih Murah

Murah tapi enggak murahan! Mungkin itu slogan para pejalan yang gemar traveling dengan sepeda motor :D
Murah tapi enggak murahan! Mungkin itu slogan para pejalan yang gemar traveling dengan sepeda motor 😀

Nah, kalau ini bisa dibilang, kadang traveling dengan sepeda motor itu bisa lebih murah.

Untuk jarang yang lumayan jauh, pengeluaran bahan bakar untuk sepeda motor pasti jauuh lebih sedikit jika dibandingkan dengan mobil.

Berdasarkan pengalaman saya ketika melakukan perjalanan darat, touring dari Bali ke Jawa dengan sepeda motor, saya hanya melakukan beberapa kali isi bahan bakar.

Yang total pengeluarannya hampir setengah jika dengan menggunakan bus malam.

Hanya saja, kalau perjalanan yang “rame – rame”, naik sepeda motor untuk jarak jauh bukan pilihan yang bijak.

Selain berbahaya, naik sepeda motor ramai – ramai agak kurang efisien.

Lebih baik patungan, biaya pengeluaran bahan bakar minyak dibagi rata.

Paling cuma capek nyetir mobilnya saja, apalagi kalau enggak ada yang ngegantiin 😀

4. Traveling Dengan Sepeda Motor Lebih Dekat Dengan Alam

Iya, bisa lebih dekat dengan alam, dengan monyet juga. Hihihiii :D
Iya, bisa lebih dekat dengan alam, dengan monyet juga. Hihihiii 😀

Saya mau bilang ramah lingkungan, tapi kenyataanya sepeda motor adalah salah satu penyumbang polusi.

Oh well, jadinya saya bilang dekat dengan alam saja.

Maksudnya, traveling, touring dengan sepeda motor bisa membuat saya bisa berinteraksi langsung dengan alam.

Kalau di gunung saya bisa merasakan segarnya suasana pegunungan secara langsung.

Sementara ketika mengendarai sepeda motor ditepi pantai saya bisa langsung menghirup bau lautan yang selalu bisa menyegarkan pikiran :D.

5. Kalau Travelingnya Dengan Pacar, Bisa Deh Dipeluk Dari Belakang

Tapi kalau travelingnya sama temen... ga tau deh ahahaha :3
Tapi kalau travelingnya sama temen… ga tau deh ahahaha :3

Yang kelima nih yang paling asik.

Traveling dengan sepeda motor itu sangat memungkinkan untuk bisa dipeluk sama pacar dari belakan di sepanjang perjalanan.

Kalau naik mobil bisa gitu di peluk dari belakang?

Terus asiknya lagi, bisa gantian nyetirnya kalau udah kecapekan.

Kalau saya sih selalu jadi driver, soalnya si pacar suka ngebut kalau naik sepeda motor.

Prinsip saya naik sepeda motor itu “alon – alon sing penting kelakon”, biar lambat asal selamat sampai tujuan.

Toh niatnya menikmati sepanjang perjalanan kan? Heheee 😀

Traveling dengan sepeda motor gak selalu enak juga sih... Apalagi kalau kena macet seperti ini *hiks*
Traveling dengan sepeda motor gak selalu enak juga sih… Apalagi kalau kena macet seperti ini *hiks*

Memang ada banyak alasan yang membuat traveling, touring dengan sepeda motor itu bisa sangat menyenangkan.

Tapi, yang namany traveling tidak melulu menyenangkan juga kok.

Siap – siap aja menghadapi masalah – masalah yang mungkin ada karena traveling dengan sepeda motor tadi ^^.

O iya, omong – omong saya masih punya mimpi besar untuk road trip dari Jakarta  – Flores.

Semoga takdir segera menjemput, saya punya waktu untuk melakukan perjalanan ke barat dengan sepeda motor saya.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter

Tips Solo Riding, Touring Ke Bali Sendirian!

Kamu mau touring ke Bali? Solo riding ke Bali? Mungkin kamu pelu menonton motovlog touring naik motor liburan ke Bali sendirian disini, juga membaca tulisan tentang tips naik motor ke Bali ini sampai selesai. Terutama buat kamu yang baru pertama kali ke bali lewat jalur darat. Karena disini ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan sebelum ke Bali Naik Motor

Terus, sebenarnya berapa lama naik sepeda motor ke Bali? Sebenarnya jawaban untuk pertanyaan ini berbeda beda. Tergantung kamu berangkatnya dari mana. Namun, untuk tulisan ini, saya anggap kamu berangkatnya dari Pulau Jawa saja. Kalau saya ini berangkatnya dari Blitar. Jadi waktu tempuh touring ke Bali itu sekitar belasan jam saja.

Rekor saya tercepat touring ke Bali dari Blitar sih sebenarnya 13 jam perjalanan saja. Namun karena pada motovlog dibawah nanti agak santai dan beberapa kali berhenti, saya memerlukan waktu hampir 15 jam untuk sampai ke bali dengan sepeda motor. Saya juga melewati rute jalur pantura agar perjalanan lebih cepat karena kondisi jalanan pantura cukup bagus untuk sepeda motor.

Motovlog Solo Riding, Touring Ke Bali Sendirian!

Nah, sebelum mulai membaca tips touring ke Bali, kamu bisa menonton motovlog naik sepeda motor ke Bali sendirian dulu dibawah. Jangan lupa tonton sampai selesai, tinggalkan komentar, like, share dan subscribe channel youtube.com/catperku deh! Terimakasih banyak sebelumnya!

 

 

—–
My Instagram : instagram.com/catperku
My Travel Blog : catperku.com
—–

Tips Touring Ke Bali, Solo Riding Sendirian!

Nah, sekarang masuk ke tips dan trik naik motor ke bali sendirian. Ada beberapa hal yang saya bahas disini nantinya. Seperti biaya touring, rute yang bisa dilewati, tempat menarik apa saja yang bakal ditemui di sepanjang jalan hingga kuliner apa saja yang bisa dicoba sepanjang rute. Tentu saja, ini berdasarkan studi kasus saya berangkat dari Blitar ya. Jika kamu berangkat touring dari kota lain ke Bali, ya disesuaikan saja deh.

Tips Touring Ke Bali, Motovlog Solo Riding Ke Bali Sendirian!
Tips Touring Ke Bali, Motovlog Solo Riding Ke Bali Sendirian!

Berapa Biaya Touring Ke Bali?

Nah, ini sebenarnya tiap orang bisa berbeda beda. Karena style touring tiap orang juga akan berbeda beda. Ada yang touring super irit ke Bali, ada yang touring mewah, ada juga yang menyesuaikan kantong seperti saya. Ya… maksudnya enggak ngirit amat, nggak mewah amat. Balance lah. Nggak mau kan pulang touring dari Bali malah bokek?

Penggunaan bahan bakar juga bakal menentukan seberapa besar biaya touring ke Bali. Pengguna Pertamax tentu harus mengeluarkan biaya lebih banyak dibandingkan pengguna BBM Pertalite dan Premium. Tapi, kalau kamu bisa jalan jalan naik motor ke Bali, sebaiknya tidak menggunakan BBM bersubsidi seperti premium.

Nah, sekarang berapa sebenarnya biaya touring ke Bali itu? Biasanya saya yang ke bali bawa Vario 110 atau PCX 150 akan mengeluarkan IDR 100.000-150.000 untuk bahan bakar. Terus untuk jajan, makan dan segala macamnya bisa keluar IDR 200.000. Soalnya saya memang suka kulineran sih, jadi ya rada boros buat makan. Terus, kalau saya males langsung ke Bali, biasanya bakal menginap dulu di Banyuwangi, sekalian buat kulineran di Banyuwangi. Jadi ya bakal keluar lagi ekstra IDR 250.000 untuk makan dan penginapan di Banyuwangi.

Jadi kalau saya langsung gas poll pas touring ke Bali dari Blitar, saya hanya akan mengeluarkan uang IDR 300.000-an saja. Kalau pake menginap dulu di Banyuwangi ya bakal keluar sampe 500.000 karena harus bayar penginapan di Banyuwangi dan makan selama disana. Saya jarang nginep di pom bensin ya kalau lagi touring. Namun idealnya, untuk touring ke Bali yang nyaman, dengan jarak tempuh sekitar 500 km per hari, bakal mengeluarkan uang sekitar IDR 300.000 – 400.000 deh.

Jalur Touring Ke Bali Yang Asik?

Kalau kamu berangkat dari Jawa, ada beberapa jalur touring ke Bali yang bisa kamu coba. Yang pertama dan paling banyak digunakan tentu saja lewat jalur Pantura ke Bali. Lalu untuk kamu yang suka melewati jalur berkelok-kelok, lewat jalur lintas selatan Jawa akan menjadi pilihan menarik. Atau bisa juga kombinasi jalur utara, jalur tengah dan selata.

Nah, untuk yang berangkatnya dari daerah Jawa Timur seperti dari Blitar, kamu bisa mencoba melewati jalur yang ada di video diatas atau beberapa jalur dibawah ini :

  • Jalur utama seperti motovlog diatas : Blitar – Kepanjen – Malang – Pasuruan – Probolinggo – Bondowoso – Situbondo – Banyuwangi – Gilimanuk – Negara – Tabanan – Denpasar.
  • Touring ke Bali lewat jalur lintas selatan : Blitar – Kepanjen – Turen – Dampit – Piket Nol – Lumajang – Jember – Alas Gumitir – Banyuwangi – Gilimanuk – Negara – Tabanan – Denpasar.
  • Touring lewat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru :  Blitar – Kepanjen – Tumpang – Poncokusumo – Ngadas – Cemoro Lawang – Probolinggo – Bondowoso – Situbondo – Banyuwangi – Gilimanuk – Negara – Tabanan – Denpasar. (Kalau lewat rute ini kamu harus bayar tiket masuk ke Bromo juga)
  • Touring lewat Ranu Pane Lumajang ke Bali  : Blitar – Kepanjen – Tumpang – Poncokusumo – Ngadas – Ranu Pane – Senduro – Lumajang – Jember – Alas Gumitir – Banyuwangi – Gilimanuk – Negara – Tabanan – Denpasar.

Untuk di Bali sebenarnya ada pilihan lewat jalur utara lewat Singaraja, atau jalur tengah Baturiti dan Bedugul. Jadi tidak perlu melewati jalur utama Gilimanuk Denpasar. Namun untuk ini akan saya bahas di tulisan lain saja.

Menyeberang Ke Bali Lewat Pelabuhan Mana?

Hanya ada satu penyeberangan dari Jawa ke Bali. Yaitu melewati Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk. Untuk cara menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk dari Pelabuhan Ketapang ketika touring ke Bali bisa kamu temukan disini. Sementara itu untuk arah sebalikya keteika menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan ketapang bisa kamu temukan disini.

Kuliner Yang Bisa Dicoba Selama Touring Ke Bali?

Sebenarnya ada banyak banget kuliner yang bisa kamu coba di sepanjang perjalanan menuju Bali. Namun kalau pas lewat Banyuwangi, kamu harus mencoba beberapa kulinernya seperti Rawon Pecel atau Rujak Soto.

***

Nah, bagaimana? Semoga tips touring ke Bali diatas bisa berguna untuk kamu yang membutuhkan. Kalau ada pertanyaan silahkan lagsung ditanyakan di kolom komentar video di youtube saja ya. Terus kalau merasa tulisan ini berguna, boleh lho dibagikan ke teman lain yang mungkin membutuhkan.