Syarat Perjalanan Wisata Masuk ke Singapura Untuk WNI Di 2024

Temukan informasi selengkapnya mengenai syarat perjalanan wisata, untuk masuk ke Singapura bagi orang Indonesia di 2024 pada travel blog Indonesia catperku.com!

Apa Saja Persyaratan Berwisata ke Singapura Terbaru Di 2024?

Jika kamu  sedang merencanakan liburan ke Singapura, tentu penting untuk memahami persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum melakukan perjalanan.

Singapura telah mengeluarkan beberapa pedoman baru terkait kunjungan wisatawan, terutama dalam konteks pandemi COVID-19.

Mari kita lihat persyaratan yang perlu dipahami sebelum merencanakan perjalananmu ke negara Singa ini.

Satu hal yang pasti, pemegang paspor Indonesia itu bebas visa atau tidak perlu visa untuk masuk ke Negara Singapura.

Berwisata Umum

Apa Saja Persyaratan Berwisata ke Singapura Terbaru Di 2024?

Untuk kebanyakan wisatawan, proses masuk ke Singapura menjadi lebih mudah mulai dari 13 Februari 2023.

Wisatawan mancanegara di atas usia 12 tahun tidak lagi diwajibkan untuk menunjukkan bukti vaksinasi penuh.

Ini berarti kamu dapat masuk ke Singapura tanpa harus khawatir tentang status vaksinasi COVID-19 kamu .

Selain itu, wisatawan dari negara atau wilayah tertentu juga dapat menggunakan jalur otomatis untuk proses imigrasi, yang dikenal sebagai Inisiatif Pengecekan Otomatis.

Hal ini memudahkan proses kedatangan dan mempercepat proses pemeriksaan di bandara.

[ Baca Juga: Tentang Sejarah Negara Singapura Yang Penuh Dengan Warna ]

Persyaratan Sebelum Keberangkatan

Sebelum kamu berangkat ke Singapura, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dan persiapkan sebagai syarat masuk ke singapura:

1. Tiket Penerbangan

Pastikan kamu memiliki tiket penerbangan yang sudah kamu pesan sebelumnya.

Ini penting untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki rencana perjalanan yang jelas ke Singapura.

Jika kamu perlu ide itinerary traveling ke Singapura, kamu bisa baca tulisan ini ya.

2. Pengisian Formulir Online Singapore Arrival Card (SGAC)

Pengisian Formulir Online Singapore Arrival Card (SGAC)

Tiga hari sebelum keberangkatan, kamu harus mengisi formulir SG Arrival Card dan e-health declaration melalui situs web resmi dan gratis yang disediakan oleh Immigration & Checkpoints Authority (ICA) Singapura.

Hal ini membantu pihak berwenang dalam memantau dan mengelola arus kedatangan wisatawan.

Langkah Pencegahan COVID-19

Singapura telah mengambil langkah-langkah pencegahan COVID-19 yang lebih sederhana namun efektif untuk memastikan keamanan semua pengunjung dan penduduknya.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai syarat masuk ke singapura berkaitan dengan COVID-19:

Penggunaan Masker

Penggunaan masker tidak lagi diwajibkan di transportasi umum, di dalam ruangan, maupun di luar ruangan.

Namun, masih disarankan untuk tetap membawa masker dan menggunakannya dalam situasi tertentu, terutama saat berinteraksi dengan pasien di pusat kesehatan.

Makan di Tempat

Kamu dapat menikmati makan di tempat di berbagai restoran, pusat jajanan, dan kedai kopi di Singapura.

Ini memberi kamu kesempatan untuk menikmati kuliner lokal tanpa harus khawatir tentang pembatasan tempat makan.

Event dan Kehidupan Malam

Kkamu juga diperbolehkan untuk menghadiri event dan mengunjungi tempat-tempat kehidupan malam seperti bar dan karaoke.

Singapura menawarkan beragam hiburan malam yang menarik bagi para pengunjung.

[ Baca Juga: Cara Naik MRT Di Singapura Untuk Pergi Ke Bandara Changi Singapore! ]

Syarat Lengkap Perjalanan untuk Traveler Indonesia

Bagi wisatawan Indonesia, ada beberapa syarat tambahan yang perlu dipenuhi sebelum melakukan perjalanan masuk ke Singapura:

1. Paspor yang Masih Berlaku

Pastikan paspor Indonesia kamu memiliki masa berlaku lebih dari enam bulan sebelum tanggal kedatangan di Singapura.

Ini penting untuk memastikan bahwa kamu dapat masuk ke negara tanpa masalah.

2. Pengisian Formulir Online

Selain pengisian formulir SG Arrival Card dan e-health declaration, wisatawan Indonesia juga harus mengisi formulir tambahan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Pastikan kamu mengisi formulir dengan benar dan tepat waktu untuk menghindari masalah saat kedatangan di Singapura.

3. Bukti Vaksinasi (Jika Diperlukan)

Jika kamumelakukan perjalanan sebelum 13 Februari 2023, kamumungkin perlu menunjukkan bukti vaksinasi penuh melalui aplikasi Peduli Lindungi ( Sekarang SATUSEHAT ).

Pastikan kamu memeriksa persyaratan ini sebelum berangkat agar tidak mengalami kendala saat tiba di Singapura.

Dengan memahami persyaratan ini dengan baik dan mempersiapkannya dengan baik sebelum melakukan perjalanan, kamu dapat menikmati liburan di Singapura dengan lebih tenang dan nyaman.

Pastikan untuk selalu memantau pembaruan terkait persyaratan perjalanan dan kebijakan COVID-19 yang mungkin berubah sesuai perkembangan situasi.

Ragam Wajah Negara Singapura: Etnik, Suku Bangsa Mayoritas

Mayoritas etnik atau penduduk terbesar di negara singapura adalah suku bangsa apa? Mayoritas etnik atau penduduk terbesar di Singapura adalah suku bangsa Tionghoa.

Menurut data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, etnis Tionghoa mencakup sekitar 74,1% hingga 77,3% dari total populasi Singapura.

Singapura, dengan populasi yang beragam etnis dan budayanya yang kaya, merupakan tempat yang menarik untuk dipelajari.

Dengan mayoritas penduduknya berasal dari tiga kelompok etnis utama – Tionghoa, Melayu, dan India – serta kelompok-kelompok minoritas yang juga memberikan kontribusi penting, Singapura adalah contoh nyata dari keragaman yang harmonis.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang masing-masing kelompok etnis ini dan bagaimana mereka berkontribusi pada kekayaan budaya Singapura.

Etnik Tionghoa

Mayoritas etnik atau penduduk terbesar di negara singapura adalah suku bangsa apa? Mayoritas etnik atau penduduk terbesar di Singapura adalah suku bangsa Tionghoa.

Sebagai kelompok etnis terbesar di Singapura, orang Tionghoa memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam segala aspek kehidupan di negara ini.

Sejarah migrasi orang Tionghoa ke Singapura dimulai pada abad ke-19, ketika banyak dari mereka datang untuk mencari keberuntungan di sini.

Mayoritas dari mereka berasal dari provinsi-provinsi di wilayah selatan Tiongkok, seperti Fujian, Guandong, dan sekitarnya.

Kehidupan Awal

Banyak dari para imigran Tionghoa awalnya bekerja sebagai kuli, membantu membangun fondasi Singapura yang akan datang.

Mereka membawa bersama tradisi, bahasa, dan kebiasaan mereka, yang masih mempengaruhi budaya Singapura hingga hari ini.

Meskipun mengalami berbagai kesulitan dan rintangan di masa lalu, orang Tionghoa telah berhasil menyesuaikan diri dan berkembang di Singapura.

Kontribusi pada Budaya

Budaya Tionghoa sangat terlihat di Singapura, mulai dari arsitektur hingga kuliner, festival, dan tradisi keagamaan.

Bahasa Tionghoa, terutama dialek Hokkian, Teochew, dan Kanton, masih sering didengar di jalanan Singapura.

Festival Tahun Baru Imlek, yang merayakan kedatangan tahun baru dalam kalender lunar, adalah salah satu festival terbesar dan paling meriah di Singapura.

Selain itu, sebagai etnik terbesar di negara Singapura ini, tradisi Tionghoa juga banyak dijalankan dan ikut meramaikan budaya negeri singa.

Misalnya seperti perayaan Qing Ming (Festival Makam), Mid-Autumn Festival (Festival Bulan Purnama), dan banyak lagi, tetap hidup di tengah masyarakat Tionghoa Singapura.

[ Baca Juga: Tentang Sejarah Negara Singapura Yang Penuh Dengan Warna ]

Etnik Melayu

Mayoritas etnik atau penduduk terbesar di Singapura adalah suku bangsa Tionghoa, diikuti dengan Melayu, dan India dan minoritas lainnya.

Sebagai kelompok etnis kedua terbesar di Singapura, orang Melayu memiliki pengaruh yang signifikan dalam budaya dan kehidupan sehari-hari di negara ini.

Sebagian besar orang Melayu di Singapura adalah keturunan dari pemukim asli yang tinggal di pulau ini sebelum kedatangan orang-orang dari berbagai belahan dunia.

Asal-usul dan Sejarah

Orang Melayu yang tinggal di Singapura berasal dari berbagai daerah di kepulauan Melayu, termasuk pulau Jawa dan Bawean di Indonesia, serta dari semenanjung Malaysia.

Mereka membawa bersama tradisi, kebiasaan, dan bahasa mereka, yang masih terpelihara hingga hari ini.

Bahasa Melayu, yang juga merupakan bahasa resmi Singapura, masih digunakan secara luas di berbagai bidang, termasuk pendidikan, media, dan pemerintahan.

Kontribusi pada Budaya

Kuliner Melayu, dengan hidangan khas seperti nasi lemak, rendang, dan satay, telah menjadi bagian integral dari lanskap kuliner Singapura.

Festival-festival seperti Hari Raya Puasa dan Hari Raya Haji dirayakan dengan penuh semangat dan kegembiraan oleh komunitas Melayu di Singapura.

Selain itu, seni dan musik tradisional Melayu, seperti gamelan dan tarian zapin, masih dijaga dan dipertahankan oleh masyarakat Melayu di Singapura.

[ Baca Juga: WiFi Gratis & Internet Di Singapura: Panduan Lengkap Terbaru! ]

Etnik India

Orang India merupakan kelompok etnis ketiga terbesar di Singapura, dan memiliki kontribusi yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan di negara ini.

Sebagian besar orang India di Singapura berasal dari berbagai daerah di India selatan, seperti Tamil Nadu, Kerala, dan Karnataka.

Migrasi dan Kehidupan di Singapura

Para imigran India pertama kali datang ke Singapura pada abad ke-19, setelah Inggris mendirikan koloni di sini.

Mereka datang untuk mencari pekerjaan dan peluang ekonomi yang lebih baik, dan sebagian besar dari mereka menetap di daerah-daerah seperti Little India di Singapura.

Selama bertahun-tahun, komunitas India di Singapura telah tumbuh dan berkembang, menjaga tradisi dan budaya mereka sambil berintegrasi dengan masyarakat setempat.

Kontribusi pada Budaya

Budaya India sangat terlihat di Singapura, mulai dari kuliner hingga seni dan budaya.

Masakan India, dengan hidangan khas seperti roti prata, biryani, dan tandoori, telah menjadi favorit di antara penduduk Singapura dari semua lapisan masyarakat.

Festival-festival seperti Deepavali (Festival Cahaya) dan Thaipusam dirayakan dengan penuh semangat oleh komunitas India di Singapura.

Selain itu, seni tari dan musik India, seperti bharatanatyam dan karnatak, masih dijaga dan dipertahankan oleh masyarakat India di Singapura.

[ Baca Juga: Bandara Changi Singapura: Panduan Berkunjung ]

Etnik Eurasia

Komunitas Eurasia yang kecil namun berpengaruh di Singapura adalah contoh dari perpaduan antara budaya Timur dan Barat.

Mereka adalah keturunan dari pernikahan antara orang Eropa dan Asia, dan telah ada di Singapura sejak awal abad ke-19.

Asal-usul dan Sejarah

Etnis Eurasia di Singapura berasal dari berbagai negara di Eropa dan Asia, dan telah menjadi bagian integral dari masyarakat Singapura selama berabad-abad.

Mereka membawa bersama tradisi, bahasa, dan kebiasaan mereka, yang masih dipelihara hingga hari ini.

Bahasa Inggris, yang juga merupakan bahasa resmi Singapura, umumnya digunakan oleh komunitas Eurasia di Singapura.

Kontribusi pada Budaya

Meskipun jumlah mereka kecil, komunitas Eurasia di Singapura memiliki pengaruh yang signifikan dalam bidang-bidang seperti media, hiburan, dan bisnis.

Mereka terkenal akan masakan khas mereka, seperti sup Mulligatawny dan pai Shepherd, yang telah menjadi bagian integral dari lanskap kuliner Singapura.

Selain itu, mereka juga aktif dalam mempertahankan tradisi dan budaya mereka melalui berbagai acara dan festival yang diadakan di Singapura.

Etnik Peranakan

Peranakan, atau “anak keturunan” dalam bahasa Melayu, adalah kelompok etnis yang menarik di Singapura.

Mereka adalah keturunan dari pernikahan antara orang Tionghoa dan Melayu, serta antara orang India dan Melayu, yang telah ada di Singapura sejak abad ke-15.

Asal-usul dan Sejarah

Orang Peranakan di Singapura berasal dari berbagai daerah di kepulauan Melayu, dan telah menjadi bagian integral dari masyarakat Singapura selama berabad-abad.

Mereka membawa bersama tradisi, bahasa, dan kebiasaan mereka, yang masih dipelihara hingga hari ini.

Bahasa Baba Malay, yang merupakan campuran dari bahasa Melayu dan bahasa Tionghoa, umumnya digunakan oleh komunitas Peranakan di Singapura.

Kontribusi pada Budaya

Komunitas Peranakan di Singapura memiliki pengaruh yang signifikan dalam bidang-bidang seperti kuliner, seni, dan budaya.

Masakan Peranakan, dengan hidangan khas seperti laksa, ayam pongteh, dan kue kueh, telah menjadi favorit di antara penduduk Singapura dari semua lapisan masyarakat.

Selain itu, seni dan kerajinan tradisional Peranakan, seperti bordir dan tenun, masih dijaga dan dipertahankan oleh masyarakat Peranakan di Singapura.

Nah, sekarang terjawab sudah pertanyaan mayoritas etnik atau penduduk terbesar di negara singapura adalah suku bangsa apa? Setelah membaca tulisan di travel blog Indonesia catperku.com ini.

Tentang Sejarah Negara Singapura Yang Penuh Dengan Warna

Negara singapura didirikan oleh siapa sih? Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu harus tau terlebih dahlulu sejarah negara Singapura ini.

Sejarah Singapura adalah kisah yang penuh warna, dari masa lalu yang kaya akan liku-liku perubahan hingga kemenangan yang mengukir jalan bagi pembentukan negara modern yang kita kenal hari ini. Mari kita jelajahi perjalanan panjang Singapura melalui kilasan masa lalu yang menarik.

Sejarah Singapura Pada Zaman Dahulu Kala

Meskipun catatan sejarah awal Singapura masih belum dapat dipastikan keabsahannya, namun ada beberapa referensi yang menggambarkan keberadaannya pada zaman dahulu.

Salah satunya berasal dari catatan bangsa Tionghoa pada abad ketiga, yang menyebutnya sebagai “Pu-luo-chung”, yang kemungkinan merujuk pada “Pulau Ujong” dalam bahasa Melayu, yang berarti “pulau di ujung semenanjung”.

Kemudian, kota ini dikenal sebagai Temasek, yang berarti “Kota Laut”, ketika pemukiman pertama didirikan pada tahun 1298-1299 Masehi.

Pada abad ke-14, Singapura mendapat julukan baru yang terkenal hingga saat ini.

Menurut legenda, Sang Nila Utama, seorang pangeran dari Palembang, mendirikan kota di mana ia melihat seekor hewan yang tak pernah dilihatnya sebelumnya.

Beliau menamai kota ini Singapura, yang diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti “kota singa”, menggabungkan kata “simha” (singa) dan “pura” (kota). Ini menandai awal dari keberadaan Singapura sebagai kota yang berkembang pesat.

[ Baca Juga: Explore Singapore: Panduan Trip Jalan Jalan Ke Singapura ]

Sir Thomas Stamford Raffles, Pembentuk Negara Singapura Modern

Sir Thomas Stamford Raffles, Pembentuk Negara Singapura Modern

Dalam sejarah negara Singapura modern sebagian besar berutang kepada seorang pria bernama Sir Thomas Stamford Raffles, yang memainkan peran kunci dalam pembentukan kota ini pada abad ke-19.

Pada waktu itu, Inggris sedang mencari pelabuhan singgah di wilayah ini untuk menjadi pangkalan armada niaganya dan untuk menghadapi dominasi Belanda.

Pada 29 Januari 1819, Raffles tiba di Singapura dan menyadari potensi besar pulau ini. Dengan bantuan penguasa setempat, ia menjadikan Singapura sebagai pos perdagangan yang strategis.

Singapura dengan cepat berkembang sebagai pusat perdagangan yang penting, menarik imigran dari berbagai belahan dunia.

Pada tahun 1822, Raffles mengeluarkan Raffles Town Plan, yang dirancang untuk mengatasi masalah ketidakteraturan di kota ini.

Plan ini membagi daerah pemukiman etnis menjadi empat wilayah yang berbeda, menciptakan European Town, Chinatown, Chulia Kampong, dan Kampong Gelam.

Langkah ini membantu menciptakan identitas etnis yang kuat di Singapura.

[ Baca Juga: Cara Naik MRT Di Singapura Untuk Pergi Ke Bandara Changi Singapore! ]

Perang dan Perdamaian

Perang Dunia II menghadirkan tantangan besar bagi Singapura.

Pada 8 Desember 1941, Jepang menyerang pulau ini, memicu periode kegelapan dalam sejarah negara Singapura.

Meskipun pasukan Sekutu menyerah kepada Jepang pada Februari 1942, Singapura tetap bertahan dan akhirnya kembali ke tangan Inggris setelah Jepang menyerah pada 1945.

Setelah perang, Singapura terus berjuang menuju kemerdekaannya.

Pada 1959, pertumbuhan nasionalisme menghasilkan pemerintahan mandiri pertama di Singapura, dengan People’s Action Party (PAP) di bawah kepemimpinan Lee Kuan Yew.

Jalan Menuju Kemerdekaan

Pada 1963, Singapura bergabung dengan Malaysia dalam upaya untuk menciptakan negara yang lebih besar dan lebih kuat.

Namun, penyatuan ini tidak berhasil, dan Singapura akhirnya memilih untuk menjadi negara merdeka pada 9 Agustus 1965.

Ini adalah awal dari Singapura sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

Hingga hari ini, jejak-jejak sejarah yang kaya dari masa lalu negara Singapura dapat ditemukan di seluruh kota.

Monumen, museum, dan tugu peringatan adalah saksi bisu dari perjalanan panjang yang telah dilalui negara ini.

Melalui warisan budaya ini, kita dapat menghormati masa lalu sambil melangkah maju menuju masa depan yang cerah.

Dengan mengenang perjalanan penuh warna ini, kita dapat lebih memahami Singapura dan apresiasi akan kekayaan budayanya yang unik.

Dengan demikian, sejarah Singapura bukanlah hanya kumpulan tanggal dan peristiwa, tetapi cerita tentang kekuatan, perubahan, dan ketahanan yang telah membentuknya menjadi apa adanya hari ini.

Tentu saja, dengan mengunjungi singapura, kamu bisa napak tilas jejak dan menghormati warisan sejarah Singapura.

[ Baca Juga: Bandara Changi Singapura: Panduan Berkunjung ]

FAQ – Pertanyaan Umum tentang Singapura

FAQ - Pertanyaan Umum tentang Sejarah Negara Singapura

Berikut adalah beberapa pertanyan tersebut.

1. Apa Ibu Kota Singapura?

Ibu kota Singapura adalah Singapura sendiri. Singapura memiliki nama negara dan ibu kota yang sama.

2. Apakah Singapura Memiliki Nama Lain?

Singapura tidak memiliki nama lain yang sangat populer, namun disebut juga dengan “Republik Singapura”.

Adapun latar belakang penamaan Singapura, nama ini berasal dari bahasa Melayu (“Singapura”) yang berarti “Kota Singa”, dimana “simha” berarti singa dan “pura” berarti kota dalam bahasa Sanksrit.

Legenda mengatakan bahwa Singapura didirikan oleh Sang Nila Utama, seorang pangeran dari Sumatra, selepas melihat seekor binatang yang dilihatinya seperti singa.

Dalam sejarah yang ada, Negara Singapura pernah ditaklukan oleh British sebagai koloni, sebelum mendapatkan kemerdekaan.

Saat Perang Dunia II, Singapura berubah nama menjadi Syonan-to ketika dikelola oleh Jepang.

Namun, setelah perang, Singapura kembali menggunakan nama aslinya yang sama dengan nama ibu kota, yaitu Singapura.

3. Mengapa Singapura Disebut Negara Kota?

Singapura disebut sebagai “negara kota” karena ukuran wilayahnya relatif kecil dibandingkan dengan negara-negara umum.

Luas Singapura hanya sekitar 728,6 km², yang membuatnya menjadi negara terkecil ke-19 di dunia.

Walaupun wilayahnya begitu sempit, Singapura merupakan negara maju yang kompetitif dalam berbagai bidang ekonomi, politik, dan sosial.

Faktor ini memberikan gambaran bahwa walaupun Singapura mirip dengan struktur seperti kota besar modern, dia masih merupakan sebuah negara independen dengan sistem institusi pemerintahan yang matang.

4. Apa Etnis Terbesar di Singapura?

Etnis terbesar di Singapura adalah etnis Tionghoa, yang mencakup sekitar tiga perempat penduduk negara (sekitar 75%).

5. Mayoritas Penduduk Singapura adalah Suku Bangsa Apa?

Mayoritas penduduk Singapura adalah suku bangsa Tionghoa. Menurut informasi dari referensi etnis Tionghoa mencakup sekitar 74,1% hingga 77,3% dari total penduduk Singapura, yang membuat mereka menjadi kelompok etnis terbesar di negara tersebut.

Etnik Melayu merupakan golongan minoritas yang penting, termasuk penduduk asli Singapura, dengan angka sekitar 14%.

Sedangkan etnis India mencakup kurang dari 10%, dan etnis lainnya sekitar 1,3%.

6. Negara Mana yang Pernah Menjajah Singapura?

Singapura pernah menjadi bagian dari Imperium Britania Raya sebelum akhirnya merdeka.

Sejarah kolonialisme di Negara Singapura juga melibatkan Portugal, Belanda, dan Jugra Melayu sebelum jatuh di bawah kekuasaan Britania Raya.

Sebelum abad ke-19, Singapura merupakan bagian dari Imperium Britania Raya (British Empire).

Maka, Singapura pernah ditaklukan oleh British sebagai koloni.

Namun, sejarah kolonialisme di Singapura bukan hanya dilatarbelakangi oleh Britain; negara ini turut diperebutkan oleh Portugal, Belanda, dan Jugra Melayu sebelum akhirnya didominasi oleh British.

Setelah mewujudkan Merdeka (Independence), Singapura mulai fase baru sebagai republik demokratis yang mandiri.

Pengalaman Terbang dengan Singapore Airlines dari Surabaya ke SingapuraCatperku.com (Travel Blogger Indonesia) – Hai, traveler! Kamu pasti pernah mendengar tentang Singapore Airlines, salah satu maskapai penerbangan terkenal di dunia. Nah, kali ini saya akan berbagi pengalaman terbang dengan Singapore Airlines dari Surabaya ke Singapura. Simak pengalaman seru ini mulai dari Bandara Juanda Surabaya hingga mendarat di Bandara Changi, Singapura.


Pengalaman Terbang dengan Singapore Airlines dari Surabaya ke Singapura

Catperku.com (Travel Blogger Indonesia) – Hai, traveler! Kamu pasti pernah mendengar tentang Singapore Airlines, salah satu maskapai penerbangan terkenal di dunia. Nah, kali ini saya akan berbagi pengalaman terbang dengan Singapore Airlines dari Surabaya ke Singapura. Simak pengalaman seru ini mulai dari Bandara Juanda Surabaya hingga mendarat di Bandara Changi, Singapura.…