Traveling? Terbang pakai maskapai apa? Favoritmu?

Suka terbang naik maskapai yang mana kalau traveling? Yang nyaman, aman, atau yang paling murah? Semua maskapai pasti ada kelebihan dan kekurangan masing – masing. Tetapi, sebenarnya apa sih yang paling teman – teman suka. Apa saja maskapai favorit teman – teman?

Karena belakangan ini saya lagi ga mood dengan yang namanya traveling, blog ini juga kurang produktif dengan tulisan yang berbau sebuah destinasi. Tetapi, tenang saja, saya masih belum bosan dengan yang namanya menuliskan hal yang berhubungan dengan traveling.Tanpa sadar menulis sudah menjadi hobi saya yang baru 🙂

Kali ini saya mau berbagi tentang pengalaman saya naik pesawat milik beberapa maskapai. Tentunya review saya tentang beberapa maskapai pesawat terbang kali ini bukanlah iklan, tetapi seratus persen pengalaman saya ketika menggunakan armada maskapai tersebut. Oke, berikut maskapai yang pernah saya coba, mulai dari yang menurut saya terbaik.

(Baca Juga : Terbang Siang Atau Malam, Pilih Mana?)

1. Garuda Indonesia

Maskapai Garuda Indonesia
Maskapai Garuda Indonesia

Meskipun di cap sebagai maskapai dengan tarif yang mahal, Garuda Indonesia tetap menjadi layanan penerbangan paling favorit buat saya. Entah kenapa dalam satu tahun terakhir ini saya selalu mendapatkan tiket promo yang harganya selalu lebih murah dari maskapai sejuta umat yang identik dengan warna merah ( you know who lah ).

Sejujurnya gosip kalau Garuda Indonesia itu maskapai yang mahal tidak selalu benar. Kadang harga tiket Garuda Indonesia ini hanya berbeda 50-100 ribu saja dengan maskapai lain. Bedanya kalau yang lain kita masih harus membeli bagasi lagi, sedangkan Garuda Indonesia sudah termasuk gratis bagasi 20 kg.

Sering juga tiket maskapai ini malah lebih murah dari yang lain, seperti ketika saya mendapatkan tiket Jakarta – Denpasar hanya dengan harga 500 ribu(dapet makan dan free bagasi 20 kg). Padahal waktu itu harga tiket maskapai Low Cost Carrier lain paling murah sekitar 600 ribu.

Mengenai pelayanan, jangan ditanyakan lagi dah! Sebagai National Flag Carrier kebangganan indonesia yang nomor satu, cabin crew Garuda Indonesia selalu memberikan pelayanan yang sopan dan ramah. Selama ini saya belum pernah mengalami pelayanan yang kurang mengenakkan ketika naik maskapai ini. Tidak salah lah kalau Garuda Indonesia baru aja menang award World’s Best Regional Airline.

Keramahan : ***** Keamanan : ***** Kenyamanan: ***** Harga : ***

Catatan : Bisa lebih murah dari maskapai lain untuk penerbangan domestik.

2. Air Asia Indonesia

Maskapai Air Asia Indonesia
Maskapai Air Asia Indonesia

Traveler sekalian, siapa yang gak tahu dengan maskapai yang satu ini? Saya kira tidak ada ya. Bahkan bisa dibilang kalau Air Asia adalah maskapai sejuta umat, karena  saking murahnya harga yang diberikan. Mungkin juga hanya Air Asia yang berani memberikan promo tiket dengan harga nol rupiah.

Air Asia adalah maskapai favorit kedua saya setelah Garuda Indonesia. Apalagi jika saya sudah tidak bisa menemukan lagi tiket maskapai Garuda Indonesia degan harga yang sesuai dengan kantong. Sebagai maskapai Low Cost Carrier air asia sering sekali memberikan promo tiket murah.

Hanya saja, tanggal terbang yang berlaku untuk tiket promo selalu tidak berjodoh dengan rencana liburan saya. Terhitung saya baru 2 kali naik maskapai ini, ketika ke singapore dan pulang kampung sebelum lebaran kemarin, Juga masih ada dua tiket pulang pergi untuk tahun depan yang saya beli dengan total harga 20 ribu.

Pelayanan yang super ramah seperti Garuda Indonesia memang bukan kekuatan utama maskapai Low Cost Carrier ini. Pelayanan yang masih dapat diterima , keamanan yang terjamin dan harga murah-lah yang membuat saya suka dengan maskapai ini.

Untuk kenyamanan yang lebih, jangan terlalu diharapkan. Saya sempat mati gaya ketika terbang sekitar 3 jam dari Singapore menuju denpasar kemaren, gara – gara lupa ngambil buku buat dibaca. Sebagai informasi saja, di pesawat Air Asia tidak ada on demand entertaiment seperti di pesawat Garuda Indonesia yang bisa dimainin sesuka hati. Yah, ada harga ada rupa sih! 🙂

Keramahan : **** Keamanan : ***** Kenyamanan: *** Harga : *****

Catatan : Maskapai termurah untuk terbang ke negara – negara asean dari Indonesia.

(Baca Juga : Berbagi Pengalaman Terbang Dengan Royal Brunei Airlines)

3. Lion Air

Maskapai Lion Air
Maskapai Lion Air

Nah, kalau maskapai yang satu ini adalah maskapai yang memberikan pengalaman terbang pertama kali buat saya. Tidak ada yang spesial sih, soalnya saya juga baru sekali saja naik maskapai ini, ketika harus terbang dari Surabaya menuju Jakarta.

Pelayanan maskapai yang satu ini lumayan lah, pertamakali naik pesawat tidak ada masalah buat saya. Yang ada malah saya bikin sedikit masalah, saya hampir ketinggalan naek pesawat pertama saya. Untungnya saya masih diperbolehkan boarding ke pesawat, meskipun harus sedikit berdebat dengan petugas bandaranya Lion Air. Hihi, maaf ya, yang salah bukan saya kok, salah sendiri pake ada acara macet segala di Surabaya 😛

Keramahan : *** Keamanan : **** Kenyamanan: *** Harga : ****

4. Citilink

Maskapai Citilink!
Maskapai Citilink!

Pertama kali dan terakhir kali saya naik maskapai yang satu ini adalah mudik lebaran 2012 kemarin. Kenapa? Waktu itu saya tertarik membeli tiket di maskapai ini karena ada promo tiket seharga 79 ribu saja. Dengan harga segitu, seharusnya saya tidak boleh telalu banyak protes yah, hihihi.

Tetapi pengalaman tidak menyenangkan tetaplah pengalaman tidak menyenangkan. Mungkin saya akan menggunakan jasa maskapai ini lagi kalau sudah benar – benar kepepet dan tidak ada pilihan lain, sorry Citilink hehe!

Keramahan : **** Keamanan : *** Kenyamanan: *** Harga : ****

(Baca Juga : Kejutan Saat Terbang Dengan Pesawat Itu Pasti Ada!)

5. Sriwijaya Air

Pesawat Sriwijaya Air
Pesawat Sriwijaya Air

Saya baru sekali naik Sriwijaya Air, beruntungnya saya langsung mencoba business class mereka. Pengalaman pertama naik Sriwijaya Air pengalamannya juga cukup menyenangkan. Tidak ada delay, dan sampai di bandara tujuan dengan tepat waktu.

Pelayanan di business class Sriwijaya Air juga cukup menyenangkan. Saya ditawari terlebih dahulu ingin pesan makanan apa sebelum terbang. Ketika baru duduk saya juga diberi welcome drinks untuk menyegarkan diri. Yang menjadi catatan adalah, meskipun business class, namun kursi yang saya tempati terkesan biasa. Bahkan masih jauh lebih bagus kelas ekonomi Garuda Indonesia.

Selain itu tidak ada Audio Video on Demand di Business Class Sriwijaya Air. Jadi sepanjang perjalanan saya hanya tidur saja, dari pada bosan. Satu lagi, kemarin saya terbang dari Denpasar ke Jakarta dengan pesawat Boeing 737-500 yang bisa dibilang pesawat lama. Mungkin juga itu yang menyebabkan tidak ada AVOD atau desain kursi pesawat yang agak ketinggalan jaman.

Keramahan : ***** Keamanan : **** Kenyamanan: *** Harga : ****

6. Trans Nusa

Maskapai TransNusa
Maskapai TransNusa

Nama resminya adalah PT. TransNusa Aviation Mandiri, atau lebih enak kalau disingkat menjadi TransNusa yang juga merupakan nama bekennya. Ini adalah sebuah maskapai penerbangan domestik di Indonesia yang banyak melayani daerah Indonesia timur. Terutama Nusa Tenggara dan Bali. Basis utama dari maskapai ini berada di Bandar Udara El Tari, Kupang.

Pertama kali saya naik TransNusa adalah ketika akan terbang dari Lombok ke Labuan Bajo. Saya terbang dengan salah satu armada TransNusa Fokker 50, yang juga berarti pesawat terkecil yang pernah saya naiki selama ini. Pengalaman selama terbang cukup menyenangkan. Dalam penerbangan ini saya mendapatkan roti dan air mineral sebagai kompliment.

Keramahan : **** Keamanan : *** Kenyamanan: *** Harga : ****

7. Batik Air

Inflight entertaiment Batik Air yang menurut saya terlalu sederhana
Inflight entertaiment Batik Air yang menurut saya terlalu sederhana

Sebenarnya saya sudah lama pengen review si Maskapai Batik Air ini. Cuma baru kemarin waktu terbang ke Bali dari Jakarta saya baru sempat mencobanya. Maskapai ini diklaim sebagai maskapai full boardnya Lion Air group. Dapat makan gratis, ada layar yang isinya video on demand sebagai hiburan ketika terbang.

Untuk makanannya sendiri ketik terbang dari Jakarta ke Denpasar kemarin, saya dapat irisan martabak dan sebiji kroket dengan air mineral sebagai minumnya. Untuk maskapai yang diklaim sebagai full board, bisa dibilang cukup oke, meski masih jauh dari ekspektasi saya.

Snack on board Batik Air
Snack on board Batik Air

Lalu bagaimana dengan fasilitas video on demand di pesawat? Selama ini video on demand selalu jadi andalan saya untuk melawan kebosanan selama terbang. Namun video on demand Batik Air ini malah bikin saya bosan. Isinya sedikit, dan agak kurang up to date. Yah paling tidak untuk servisnya masih jauh lebih baik daripada Lion Air sih.

Keramahan : *** Keamanan : **** Kenyamanan: **** Harga : ****

8. Royal Brunei Airlines

Yang paling saya suka sih ini, Kari Daging dengan sambal yang lezat!
Yang paling saya suka sih ini, Kari Daging dengan sambal yang lezat!

Saya sempat mencobanya sekali ketika terbang dari Jakarta – Kota Kinabalu, transit di Bandar Seri Begawan, Brunei. Maskapai yang satu ini adalah maskapai full board dan maskapai nasionalnya Brunei Darussalam. Satu yang saya ingat dari maskapai ini, inflight meal nya enak dan awesome. Makanan berlemak dan berbumbu memang sas banget di lidah asia saya.

Untuk inflight entertaiment sendiri Garuda Indonesia masih lebih baik. Soalnya fasilitas audio video on demand tidak ada pada tiap kursi penumpang dan nggak bisa milih sendiri hiburan yang kita inginkan. Tapi menurut saya sudah cukup oke untuk penerbangan jarak pendek. O iya, satu yang menarik dari maskapai Royal Brunei Airlines ini. Sebelum terbang pasti diputar terlebih dahulu video doa perjalanan. Nah untuk yang penasaran full review Royal Brunei Airlines bisa dibaca disini.

Keramahan : **** Keamanan : ***** Kenyamanan: ***** Harga : ****

9. KLM

Menggenggam snack vegetarian dan nonton film Ki Mi No Na Wa di AVOD KLM Dutch
Menggenggam snack vegetarian dan nonton film Ki Mi No Na Wa di AVOD KLM Dutch

Saya naik KLM ini baru sekali, yaitu dari Kuala Lumpur ke Jakarta. Awalnya nggak ada niat pengen naik maskapai ini, cuma karena harganya lagi nggak beda jauh dari pada Air Asia, yaudah deh, sesekali cobain. Saya dapet tiket ekonomi dengan harga IDR 800 ribu, sudah termasuk bagasi 23 KG dan makanan.

Karena pada dasarnya maskapai ini terbang dari Belanda sana, jadinya saya dapat pesawat gede Boeing 777-300. Sementara itu untuk makannya hanya berupa snack seperti pastel tapi berisi kentang. Saya nggak tahu apa itu, tetapi rasanya enak sih. Terus yang paling keren menurut saya adalah audio video on demand-nya! Sistemnya keren, AVOD garuda aja lewat kali ini 😛

Keramahan : ***** Keamanan : ***** Kenyamanan: ***** Harga : ****

10 Qantas

Snack dari Qantas, wortel dicocol mayonaise
Snack dari Qantas, wortel dicocol mayonaise

Saya naik Qantas sekali ketika terbang dari Australia ke New Zealand kemaren. Awalnya sih sebenarnya pengen coba naik Air New Zealand, cuma karena jadwalnya kurang pas jadilah saya cobain Qantas saja. Penerbangan saya kemarin adalah penerbangan transit, jadi saya sempat mencoba penerbangan domestik Qantas dari Sydney ke Melbourne, lalu dilanjutkan Melbourne – Christurch, New Zealand.

Qantas ini termasuk maskapai full board dengan inflight meals. Sayangnya saya nggak terlalu banyak mencoba fasilitas ini itu dari Qantas karena terbang malam. Capek euy terbang malam hari lintas zona waktu itu. Namun yang berkesan adalah, snack mereka itu vegetarian friendly banget dan satu-satunya pesawat yang saya coba dimana saya bisa dapet free wine :9

Jadi sekali lagi… Apa maskapai favoritmu?  Kasih tahu dong lewat kolom komentar dibawah 🙂

*Next Update Bakal Nambah Korean Airlines, Japan Airlines And ANA

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Terbang Siang Atau Malam, Pilih Yang Mana?

Posisi duduk terbaik saat terbang dengan pesawat terbang komersial itu adalah di dekat jendela, karena hanya di posisi itu kita bisa menikmati pemandangan di luar jendela. Menurut saya terbang siang atau malam, keduanya ada tantangan dan keasikan tersendiri.

Pengalaman pertama saya naik pesawat, saya mendapatkan kursi yang berada di tengah, padahal sebelumnya saya sangat berharap saya bisa menikmati penerbangan perdana saya. Tapi apa boleh buat gara – gara kemacetan kota Surabaya, dapet posisi kursi bagian tengah saja sudah untung. Soalnya, hampir saja saya ketinggalan pesawat pada penerbangan perdana saya. Hehe!

(Baca Juga : Kejutan Saat Terbang Dengan Pesawat Itu Pasti Ada!)

Terbang Siang Atau Malam, Pilih Mana?
Terbang Siang Atau Malam, Pilih Mana?

Memang saya selalu ngotot minta tempat duduk yang dekat jendela, apapun maskapainya. Alasannya simple, agar saya bisa menikmati pemandangan di luar jendela entah siang atau malam. Bagi saya terbengong – bengong di ketinggian lebih dari 20000 kaki sambil melihat ke luar jendela adalah sebuah travel experience yang menyenangkan. Kadang juga bisa mengobati kalau ternyata destinasi tidak sesuai yang saya harapkan.

Terbang di waktu pagi atau siang adalah waktu yang terbaik untuk menikmati pemandangan di luar jendela pesawat. Jadi harusnya malah senang kalau mendapat penerbangan pertama di pagi hari, syaratnya ngotot minta duduk deket jendela. Susahnya kalau dapat penerbangan pertama itu biasanya pasti kesulit bangun pagi. Apalagi kalau ternyata telat bangun. Kalau sudah gitu, biasanya ngejar boarding pesawat sambil jogging. Eh, enggak! Sprint sambil bawa backpack *capek deh!

(Baca Juga : Traveling? Terbang Pakai Maskapai Apa?)

Penerbangan pertama biasanya sering didapatkan jika membeli tiket maskapai LCC (Low Cost Carrier). Entah kenapa yang namanya maskapai dengan titel LCC (Low Cost Carrier) selalu mempunyai jam terbang yang tidak terlalu fleksible. Seperti ketika saya harus boarding jam 06.00 WITA, untuk pesawat pertama ke Singapore.

Meskipun lokasi bandara hanya 15 menit perjalanan, tetep saja yang namanya joging sambil bawa backpack tidak terhindarkan. Capek sih, tetapi ketika sudah boarding dan pesawat take off, hmm,, rasa capek tiba – tiba hilang. Pemandangan di luar jendela sangat memanjakan mata. Kapan lagi saya bisa menikmati pemandangan pegunungan Ijen yang sedang dihujani sinar matahari dari ketinggian lebih 20000 kaki!?

Pemandangan Daerah Ijen Di Pagi hari
Pemandangan Daerah Ijen Di Pagi hari

Jika terbang siang hari, jalur penerbangan favorit saya adalah dari Surabaya – Denpasar. Sepanjang jalur penerbangan itu banyak pemandangan cakep yang bisa dilihat diluar jendela pesawat. Ada beberapa gunung yang dilewati, tapi saya tidak tahu pastinya sedang lewat mana saja. Sepertinya sih gunung Ijen atau kalau tidak ya Gunung Bromo.

Tapi pemandangan terbaik jalur penerbangan ini adalah ketika akan mendarat di bandara Ngurah Rai, Denpasar. Mata akan disuguhi pemandangan cantik pantai Kuta yang merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang Pulau Bali. Kalau masih kurang, coba bawa binoculars , dan lihat di sepanjang pantai kuta itu. Jadi kelihatan lebih cantik gak!? *if you know what i mean 🙂

Gunung Agung Dari dalam Jendela Pesawat Terbang
Gunung Agung Dari dalam Jendela Pesawat Terbang

Selama ini saya selalu sial jika mendapatkan tiket pesawat dengan jam terbang malam hari. Kalau gak dapet kursi bagian tengah, ya terbang di cuaca yang gak memungkinkan untuk menikmati pemandangan di luar jendela. Paling parah jika terbang di tengah – tengah badai, seperti penerbangan Denpasar – Surabaya di awal tahun 2012 lalu. Penerbangan yang seharusnya hanya 45 menit terasa bagaikan penerbangan tanpa akhir, karena waktu itu cuaca memang sedang sangat ababil (baca :tidak menentu). *serem euy*

Baru ketika saya harus terbang dini hari menuju Jakarta, saya mendapatkan pemandangan malam hari yang begitu cantik. Meskipun terbang di ketinggian 27000 kaki. Cahaya setiap kota yang saya lewati terlihat dengan jelas. Bahkan saya baru tahu kalu setiap kota besar pasti membentuk pola cahaya seperti sarang laba – laba, dan setiap kota terhubung dengan garis cahaya kecil.

(Baca Juga : Indonesia Dari Udara, Surabaya – Denpasar)

Ditambah lagi ketika akan mendarat di bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Saya dibuat kagum dengar ratusan titik cahaya yang secara alami membentuk pola yang cantik. Ternyata ratusan titik cahaya tadi berasal dari lampu kapal yang sedang bersandar di Teluk Jakarta.

Karena itulah, ketika naik pesawat sebisa mungkin saya mendapatkan posisi duduk di dekat jendela. Jika kebetulan sedang naik maskapai favorit saya Garuda Indonesia, saya pasti ngotot minta posisi duduk di dekat jendela. Tetapi jika sedang naik maskapai dengan titel LCC (Low Cost Carrier) , saya hanya bisa banyak berdoa semoga mendapatkan posisi di dekat jendela.

Karena memang pengaturan posisi tempat duduk penumpang maskapai dengan titel LCC (Low Cost Carrier) pastilah random. Kecuali jika sudah memesan tempat duduk (hot seat) sebelumnya, yang pasti menambah harga tiket. Hmm, banyakin berdoa aja deh, Hehehe!

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Pengalaman Terbang dengan Singapore Airlines dari Surabaya ke SingapuraCatperku.com (Travel Blogger Indonesia) – Hai, traveler! Kamu pasti pernah mendengar tentang Singapore Airlines, salah satu maskapai penerbangan terkenal di dunia. Nah, kali ini saya akan berbagi pengalaman terbang dengan Singapore Airlines dari Surabaya ke Singapura. Simak pengalaman seru ini mulai dari Bandara Juanda Surabaya hingga mendarat di Bandara Changi, Singapura.


Pengalaman Terbang dengan Singapore Airlines dari Surabaya ke Singapura

Catperku.com (Travel Blogger Indonesia) – Hai, traveler! Kamu pasti pernah mendengar tentang Singapore Airlines, salah satu maskapai penerbangan terkenal di dunia. Nah, kali ini saya akan berbagi pengalaman terbang dengan Singapore Airlines dari Surabaya ke Singapura. Simak pengalaman seru ini mulai dari Bandara Juanda Surabaya hingga mendarat di Bandara Changi, Singapura.…