Tempat Wisata Sejarah Unik Di 2024

Hai, teman-teman! Saya akan membawa kalian ke sebuah destinasi wisata yang unik dan menarik, yaitu Candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini memiliki sejarah yang kaya dan bentuk arsitektur yang tidak lazim, membuatnya menjadi tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Jadi, mari kita telusuri lebih dalam tentang keajaiban Candi Sukuh ini!

Sejarah Candi Sukuh: Penemuan dan Pembangunan

 

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Sejarah Candi Sukuh dimulai dengan penemuan pertamanya pada tahun 1815, saat masa pemerintahan Britania Raya di Jawa.

Penemuan ini dilakukan oleh seorang pejabat Britania Raya bernama Johnson, yang ditugaskan untuk mengumpulkan data sejarah Jawa untuk buku berjudul “The History of Java” yang ditulis oleh Thomas Stanford Raffles.

Namun, pemugaran dan penelitian lebih lanjut baru dimulai pada tahun 1842 oleh seorang arkeolog Belanda bernama Van der Vlis.

Lokasi Candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu, sekitar 1.186 meter di atas permukaan laut.

Candi ini secara administratif terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Untuk mencapai lokasi ini, kamu perlu menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer dari Kota Karanganyar atau sekitar 36 kilometer dari Surakarta.

[ Baca Juga: Sejarah Hingga Seputar Info Wisata Candi Cetho Di Karanganyar ]

Bentuk Arsitektur yang Unik

Salah satu hal yang membuat Candi Sukuh begitu menarik adalah bentuk arsitekturnya yang sangat unik.

Candi ini memberikan kesan kesederhanaan yang mencolok, dan kamu akan terpesona oleh keunikan bentuknya.

Beberapa pengunjung bahkan menganggap bahwa candi ini mirip dengan bangunan-bangunan kuno di Meksiko atau Peru.

Bentuknya yang tidak lazim ini telah menarik perhatian para peneliti sejak tahun 1930.

Mereka memberikan argumen bahwa pembangunan Candi Sukuh mungkin dilakukan dengan terburu-buru, sehingga strukturnya tidak seindah Candi Prambanan atau Borobudur yang terkenal.

Bentuk Arsitektur yang Unik Candi Sukuh

[ Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Di Tawangmangu Terbaru Viral Populer! ]

Eksplorasi Teras-Teras Candi

Candi Sukuh terdiri dari beberapa teras, masing-masing dengan elemen arsitektur yang menarik. Mari kita eksplorasi teras-teras ini lebih detail:

Teras Pertama Candi Sukuh

Teras pertama candi memiliki sebuah gapura utama yang mencolok.

Di gapura ini terdapat sengkala memet dalam bahasa Jawa yang berbunyi “gapura buta aban wong” yang memiliki makna angka 9, 5, 3, dan 1.

Jika angka-angka ini dibalik, maka didapatkan tahun 1359 Saka (1437 Masehi).

Meskipun sering dianggap sebagai tahun berdirinya candi ini, kemungkinan besar itu adalah tahun selesainya pembangunan gapura ini.

Di sisi gapura, terdapat relief sengkala memet berwujud gajah bersorban yang menggigit ekor ular.

Ini dianggap sebagai representasi dari “raksasa gapura menggigit ekor,” yang juga dapat ditafsirkan sebagai 1359 Saka.

Teras Kedua Candi Sukuh

Teras kedua candi memiliki gapura yang saat ini sudah rusak.

Di sisi kiri dan kanan gapura, terdapat patung penjaga pintu atau dwarapala, meskipun patung-patung ini dalam kondisi rusak dan sulit dikenali.

Gapura ini tidak memiliki atap, dan pada teras ini, kamu tidak akan menemukan banyak patung-patung seperti pada teras pertama.

Di gapura ini terdapat pula candrasangkala dalam bahasa Jawa yang berbunyi “gajah wiku anahut buntut,” yang berarti “Gajah pendeta menggigit ekor” dalam bahasa Indonesia.

Angka-angka ini memiliki makna 8, 7, 3, dan 1. Jika dibalik, maka didapatkan tahun 1378 Saka atau tahun 1456 Masehi.

Teras Ketiga Candi Sukuh

Teras ketiga merupakan tempat yang menarik dengan pelataran besar, candi induk, dan sejumlah panel berelief di sebelah kiri, serta patung-patung di sebelah kanan.

Di atas candi utama, terdapat sebuah bujur sangkar yang kelihatannya digunakan untuk meletakkan sesajian.

Kamu bahkan dapat melihat bekas-bekas kemenyan, dupa, dan hio yang telah dibakar, menunjukkan bahwa tempat ini masih sering digunakan untuk bersembahyang.

Pada teras ketiga ini, kamu akan menemukan panel-panel relief yang menceritakan mitologi utama Candi Sukuh, yaitu Kidung Sudamala.

Mari kita lihat urutan reliefnya:

Panel Pertama

Pada relief pertama, terdapat gambar Sang Sahadewa atau Sadewa, saudara kembar Nakula yang merupakan yang termuda dari Pandawa Lima.

Relief ini menggambarkan Sadewa yang sedang berjongkok, diikuti oleh seorang punakawan atau pengiring.

Berhadapan dengan Sadewa, terlihat seorang tokoh wanita yaitu Dewi Durga yang juga disertai seorang punakawan.

Panel Kedua

Pada relief kedua, Dewi Durga digambarkan dalam wujud raksasi (raksasa wanita) yang menakutkan.

Dua raksasa mengerikan, Kalantaka dan Kalañjaya, menyertai Batari Durga yang sedang murka dan mengancam untuk membunuh Sadewa.

Kalantaka dan Kalañjaya adalah jelmaan bidadara yang dikutuk karena tidak menghormati Dewa sehingga harus terlahir sebagai raksasa.

Sadewa terikat pada sebuah pohon dan diancam dibunuh dengan pedang karena tidak mau membebaskan Durga.

Di belakangnya terlihat hantu-hantu yang melayang dan di atas pohon ada dua ekor burung hantu.

Lukisan ini kelihatannya menggambarkan suasana mengerikan di Setra Gandamayu, tempat para dewa diusir dari surga karena pelanggaran.

Ada berbagai relief unik di Candi Sukuh Karanganyar ini!

Panel Ketiga

Pada bagian ketiga, terdapat cerita tentang Sadewa yang bersama punakawannya, Semar, berhadapan dengan pertapa buta bernama Tambrapetra dan putrinya Ni Padapa di pertapaan Prangalas.

Sadewa akan menyembuhkan Tambrapetra dari kebutaannya.

Panel Keempat

Panel keempat menggambarkan adegan di sebuah taman indah di mana Sadewa berbincang-bincang dengan Tambrapetra dan putrinya, Ni Padapa, serta seorang punakawan di pertapaan Prangalas.

Tambrapetra berterima kasih dan memberikan putrinya kepada Sadewa untuk dinikahinya.

Panel Kelima

Panel kelima menggambarkan adegan adu kekuatan antara Bima dan kedua raksasa, Kalantaka dan Kalañjaya.

Relief hanya menunjukkan salah satu dari kedua raksasa tersebut. Bima, dengan kekuatannya yang luar biasa, sedang mengangkat raksasa tersebut untuk dibunuh dengan kuku pañcanakanya.

Di sini terdapat sebuah inskripsi dalam aksara Kawi berbahasa Jawa Kuno yang berbunyi “padamel rikang buku[r] tirta sunya,” yang memiliki sengkalan tahun 1361 Saka (1439 Masehi).

[ Baca Juga: Mengagumi Candi Ijo Sekaligus Lansekap Yogyakarta Dari Ketinggian ]

Patung-Patung Garuda dan Kisah Pencarian Tirta Amerta

Selain relief-relief dan bangunan candi, Candi Sukuh juga memiliki beberapa patung-patung yang menarik perhatian, seperti patung Garuda.

Garuda adalah bagian dari kisah pencarian tirta amerta (air kehidupan) yang terdapat dalam kitab Mahabharata.

Di ekor Garuda terdapat sebuah inskripsi yang melambangkan tahun 1363 Saka (1441 Masehi).

Selain itu, terdapat juga tiga patung kura-kura yang melambangkan bumi dan Dewa Wisnu.

Kura-kura-kura ini tampaknya dirancang sebagai tempat untuk meletakkan sesajian.

Sebuah piramida yang puncaknya terpotong menggambarkan Gunung Mandaragiri yang diambil puncaknya untuk mengaduk-aduk lautan mencari tirta amerta.

Di samping patung-patung tersebut, kamu juga akan menemukan beberapa patung hewan lainnya, seperti celeng (babi hutan) dan gajah berpelana.

Pada masa lalu, hewan-hewan ini memiliki makna penting dalam budaya dan simbolisme Jawa.

Gajah, misalnya, sering digambarkan sebagai wahana ksatria dan kaum bangsawan.

Ada juga sebuah bangunan kecil yang disebut candi pewara di depan candi utama.

Di tengahnya, bangunan ini memiliki lubang dan terdapat patung kecil tanpa kepala.

Patung ini masih dikeramatkan oleh beberapa kalangan dan sering kali diberi sesajian.

[ Baca Juga: Candi Penataran, Keajaiban Sejarah Hindu di Lereng Gunung Kelud ]

Pengalaman Wisata di Candi Sukuh

Pengalaman Wisata di Candi Sukuh!

Sekarang, mari kita bicarakan pengalaman wisata di Candi Sukuh.

Tempat ini menawarkan pengalaman yang sangat menarik bagi para pengunjung yang tertarik dengan sejarah, arkeologi, dan budaya Jawa kuno.

Berikut adalah beberapa tips dan pengalaman yang bisa kamu nikmati saat mengunjungi Candi Sukuh:

1. Menikmati Keindahan Arsitektur

Candi Sukuh dikenal karena arsitektur yang unik dan berbeda dari candi-candi Hindu lainnya di Indonesia.

Ketika kamu mengunjungi candi ini, pastikan untuk mengagumi detail-detail arsitekturnya yang menarik, termasuk relief-relief dan patung-patung yang penuh makna.

2. Belajar Tentang Sejarah dan Mitologi

Dengan mengelilingi teras-teras candi dan membaca deskripsi yang disediakan, kamu akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang sejarah dan mitologi yang melingkupi Candi Sukuh.

Ini adalah kesempatan yang baik untuk belajar tentang kisah-kisah epik dalam kitab Mahabharata dan budaya Hindu di Jawa.

3. Bersantai di Alam Hijau

Lokasi Candi Sukuh yang terletak di lereng Gunung Lawu memberikan suasana yang sejuk dan asri.

Selama perjalanan menuju candi ini, kamu akan melintasi pemandangan alam yang indah untuk dinikmati.

Jangan ragu untuk membawa bekal piknik dan bersantai di sekitar candi sambil menikmati udara segar.

4. Berinteraksi dengan Penduduk Lokal

Jika kamu memiliki kesempatan, berbicaralah dengan penduduk lokal di sekitar Candi Sukuh.

Mereka mungkin memiliki cerita atau pengetahuan tambahan tentang sejarah dan budaya candi ini.

Selain itu, kamu juga dapat mencoba makanan dan kuliner khas daerah tersebut.

5. Jaga Kebersihan dan Kehormatan Lokal

Selalu ingat untuk menjaga kebersihan selama kunjungan kamu dan menghormati aturan dan tradisi yang berlaku di tempat suci ini.

Jangan meninggalkan sampah, dan patuhi petunjuk dari petugas keamanan atau pemandu wisata.

[ Baca Juga: Wisata Grojogan Sewu Di Tawangmangu Serasa Air Terjun Pribadi! ]

Alamat, Peta Lokasi Dan Harga Tiket Masuk Ke Candi Sukuh Di 2024

Candi Sukuh ini lokasinya berada di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Peta Lokasi

Jam Buka Candi Sukuh

Candi Sukuh ini buka setiap hari mulai dari Jam 07.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh Di 2024

Untuk masuk ke Candi Sukuh kamu cukup membayar tiket sebesar IDR 10.000

Rencanakan Perjalanan ke Candi Sukuh

Sebelum mengunjungi Candi Sukuh, pastikan untuk merencanakan perjalananmu dengan baik.

Kamu dapat mencari informasi lebih lanjut tentang jam operasional, tiket masuk, dan panduan wisata di situs resmi Candi Sukuh atau kantor pariwisata setempat.

Juga, perhatikan cuaca dan waktu terbaik untuk mengunjungi candi ini agar kamu dapat menikmati pengalaman wisata yang optimal.

Jadi, jika kamu mencari destinasi wisata yang unik dan ingin menjelajahi sejarah serta keindahan arsitektur, pertimbangkan untuk mengunjungi Candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah.

Tempat ini akan membawa kamu kembali ke masa lalu dan memberikan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Semoga perjalanan kamu menjadi petualangan yang penuh pengetahuan dan keindahan!

Rokko International Music Box Museum Tempat Wisata Unik Kobe

Rokko International Music Box Museum Kobe: Tempat Wisata Unik yang Menghadirkan Suara-Suara Indah!

Hai, teman-teman! Saya ingin berbicara tentang salah satu tempat wisata yang unik dan menarik di Kobe, Jepang, yaitu Rokko International Music Box Museum.

Museum ini adalah tempat yang luar biasa di mana Kamu dapat menikmati suara-suara indah dari kotak musik dan alat musik otomatis lainnya.

Mari kita jelajahi lebih dalam tentang museum ini.

Apa Itu Rokko Morinone Museum?

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Rokko International Music Box Museum, atau sering disebut Rokko Morinone Museum, adalah sebuah fasilitas yang dibuka pada tanggal 21 Juli 1994 di Kobe, Jepang. Museum ini memiliki koleksi berbagai jenis kotak musik dan alat musik otomatis lainnya.

Pada tahun 1996, museum ini menjadi museum pertama di Jepang yang diakui sebagai fasilitas setara dengan museum untuk alat musik otomatis.

Pada tanggal 16 Juli 2021, museum ini mengalami renovasi dan kini dikenal dengan nama “Rokko Morinone Museum” yang masih beroperasi hingga sekarang.

Museum ini bukan hanya tempat untuk melihat koleksi alat musik otomatis, tetapi juga menjadi tempat penyembuhan di kaki Gunung Rokko, di mana Kamu dapat menikmati taman yang dikelilingi oleh alam dan berbagai “suara” yang menenangkan.

[ Baca Juga: 8 Aktivitas Seru Ketika Liburan Ke Kobe, Jepang! ]

Melupakan Kebisingan Hidup Sehari-hari Di Rokko Morinone Museum

Melupakan Kebisingan Hidup Sehari-hari Di Rokko Morinone Museum

Rokko Morinone Museum adalah tempat yang sempurna untuk melupakan kebisingan dan kesibukan hidup sehari-hari.

Ketika Kamu mengunjungi museum ini, Kamu akan merasa seolah-olah memasuki dunia yang berbeda.

Suasana tenang dan damai akan mengelilingi Kamu, dan Kamu dapat menghabiskan waktu dengan santai.

Forest Sound Hall: Menghadirkan Suara-Suara Mekanis yang Menakjubkan

Salah satu atraksi utama di Rokko International Music Box Museum ini adalah Forest Sound Hall atau Aula Suara Hutan.

Di sini, Kamu akan menemukan berbagai alat musik otomatis seperti kotak musik yang populer di Eropa dan Amerika Serikat dari pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Koleksi ini merupakan warisan sejarah dan budaya yang mengungkapkan kemampuan teknologi masyarakat pada masa itu serta gairah mereka terhadap musik, yang masih memberi dampak hingga hari ini.

Pada lantai dua Forest Sound Hall, ada ruang konser di mana staf museum memberikan penjelasan dan menyelenggarakan konser setiap jam.

Kamu dapat mendengarkan secara langsung suara-suara dari koleksi seperti alat musik otomatis.

[ Baca Juga: Tutorial Cara Beli Minuman di Vending Machine Di Jepang! ]

Konser Alat Musik Otomatis Rokko International Music Box Museum

Konser Alat Musik Otomatis Rokko International Music Box Museum.

Di fasilitas ini, konser yang dilakukan oleh alat musik otomatis secara otomatis disebut sebagai “konser tanpa penampil.”

Tema konser ini dapat berubah mengikuti musim.

Staf yang ahli akan memilih dan memperkenalkan alat musik dan lagu yang akan dimainkan sesuai dengan tema tersebut.

Contoh tema konser termasuk:

  • Konser Tanpa Penampil Musim Gugur
  • Konser Tanpa Penampil Penerangan
  • Konser Tanpa Penampil Musim Dingin

Jadi, terlepas dari kapan Kamu mengunjungi Rokko International Music Box Museum ini, Kamu akan dapat menikmati pertunjukan yang menarik dari alat musik otomatis yang unik.

SIKI Garden-Sound Walking Path: Berjalan di Tengah Suara Alam

Di taman alami yang selaras dengan alam Gunung Rokko, Kamu dapat menikmati pemandangan sepanjang empat musim dan berbagai jenis bunga.

Namun, yang membuat jalur berjalan ini begitu istimewa adalah “Sound Walkway” atau Jalur Berjalan Suara.

Di sini, Kamu dapat berjalan sambil menikmati suara lonceng, kotak musik kecil, dan organ jalanan yang unik.

Area sekitar kolam yang tenang adalah tempat yang sempurna untuk membaca dan menikmati menu kafe seolah-olah Kamu sedang melakukan piknik.

Ini adalah tempat yang cocok untuk menghabiskan hari santai di tengah hijaunya alam.

Musical Box Workshop / Pengalaman Pembuatan Alat Musik

Musical Box Workshop Experience, Pengalaman Pembuatan Alat Musik!

Jika Kamu tertarik untuk lebih terlibat, museum ini juga menawarkan Musical Box Workshop atau Workshop Kotak Musik.

Di sini, Kamu dapat merasakan proses kunci untuk menciptakan nada-nada yang indah.

Mengapa tidak mencoba menemukan nada favoritmu sendiri dan membuat satu-satunya kotak musik di dunia?

Selain itu, Kamu juga dapat mengikuti pengalaman pembuatan alat musik seperti tamburin, castanets, dan kalimba.

Staf profesional akan membantu Kamu, sehingga baik orang dewasa maupun anak-anak dapat menikmatinya.

Toko Museum Toon: Pusat Oleh-Oleh Kotak Musik

Setelah mengunjungi Rokko International Music Box Museum, jangan lupa untuk mampir ke Toko Museum Toon.

Ini adalah toko khusus kotak musik yang menawarkan berbagai barang mulai dari barang terjangkau yang sempurna untuk mengenang perjalanan Kamu hingga hadiah untuk acara istimewa dan barang yang ingin Kamu simpan sebagai kenangan seumur hidup.

Beberapa produk dapat diukir dengan pesan atau nama, sehingga Kamu bisa membawa pulang satu kotak musik khusus di dunia.

Staf profesional yang ahli dalam kotak musik akan mengusulkan produk yang Kamu inginkan. Terdapat juga toko online bagi Kamu yang ingin membeli kotak musik favoritmu.

Forest Café: Tempat Santai untuk Makan dan Minum

Jika Kamu merasa lapar atau haus setelah menjelajahi museum dan taman, jangan lewatkan Forest Café.

Di sini, Kamu dapat menikmati hidangan ala carte dan menu kafe.

Selain rasanya yang lezat, menu di sini juga memperhatikan prinsip “produksi lokal untuk konsumsi lokal,” “perhatian terhadap kesejahteraan hewan,” dan “promosi perdagangan adil,” sehingga merupakan menu yang sangat disesuaikan dengan “terwujudnya masyarakat berkelanjutan.”

Selain di dalam ruangan, Kamu juga dapat makan dan minum di kursi teras di SIKI Garden.

Nikmati waktu santai Kamu di tengah berbagai “suara hutan” seperti suara angin, gemericik air, dan kicauan burung.

Informasi Praktis Rokko International Music Box Museum

Informasi Praktis Rokko International Music Box Museum

Jika Kamu tertarik untuk mengunjungi Rokko International Music Box Museum, berikut adalah beberapa informasi praktis yang perlu Kamu ketahui:

  • Alamat: 4512-145 Kitarokko, Yokkosancho, Nada-ku, Kobe-shi.
  • Jam Buka: Museum buka dari pukul 10:00 hingga 16:20, dengan penutupan pukul 17:00. Museum tutup pada tanggal 3 dan 10 September. Selain itu, museum juga tutup setiap hari Kamis dari 26 November hingga 17 Maret, kecuali pada tanggal 24 Desember dan 11 Februari. Juga tutup pada tanggal 31 Desember hingga 1 Januari.
  • Biaya Masuk: Tiket masuk dewasa seharga 1030 yen, tiket anak-anak seharga 510 yen. Terdapat juga tiket umum yang mencakup kunjungan ke Rokkō Alpine Botanical Garden dengan harga dewasa 1230 yen dan tiket anak-anak 610 yen.
  • Diskon: Diskon tersedia untuk rombongan dengan jumlah lebih dari 15 orang (tidak termasuk tiket umum), serta pemegang sertifikat disabilitas seharga 510 yen dan satu orang pendamping seharga 510 yen.
  • Akses: Kamu dapat mengakses museum ini dengan naik Bus Kota Kobe No. 16/106 dari Stasiun Hanshin Mikage, Stasiun JR Rokkomichi, atau Stasiun Hankyu Rokko ke Kereta Gantung Rokko, lalu menggunakan Bus Rokko Sanjo.
  • Nomor Telepon: Untuk informasi lebih lanjut, Kamu dapat menghubungi 078-891-1284.
  • Situs Web: Kamu juga dapat mengunjungi situs web resmi museum di sini.

Rokko International Music Box Museum

Jadi, jika Kamu mencari pengalaman yang unik dan menarik di Kobe, Jepang, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Rokko International Music Box Museum.

Kamu akan dikelilingi oleh suara-suara yang indah dan bisa merasakan ketenangan yang luar biasa. Selamat menikmati kunjungan Kamu !